Desa Teluk Bakau Heboh! Kades Diisukan Jual Nelayan. Benarkah? Ini Penjelasan Pak Kades!

Desa Teluk Bakau heboh! Kades diisukan jual jalan nelayan. Benarkah? Ini penjelasan Pak Kades!

Desa Teluk Bakau Heboh! Kades Diisukan Jual Nelayan. Benarkah? Ini Penjelasan Pak Kades!
ANTARA/BUDI CANDRA SETYA
Ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN-Kepala Desa Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang Ramlan dengan nada tegas menolak dikatakan ada masalah dalam pemindahan jalan nelayan di kampung nelayan desanya di RT 01 RW 01.

Baca: Soal Video Porno Ria From Bali, Identitas Ceweknya Sudah Dikantongi. Video Diunggah dari Sini!

Baca: Heboh, Bu Dokter Digerebek Suami Lagi Selingkuh Dengan Pria Lain, Mengejutkan Inilah Selingkuhannya!

Baca: Edan! Gadis 14 Tahun Digilir 7 Remaja, Satu Rekan Pelaku Bertugas Berjaga-jaga Selama Aksi!

Menurutnya, kabar jalan nelayan di sana telah dijual oleh sang kades kepada pengusaha resort adalah persepsi yang keliru. "Keliru itu, jalannya tidak di jual, yang ada pemindahan, tak adalah namanya jual beli jalan warga apalagi jalan nelayan,"ujar Ramlan, Rabu (19/4).

Jalan nelayan yang disebut sebut telah dijual kepada pengusaha resort di sana lokasinya saat ini memang telah masuk dalam area komplek resort. Sebagai gantinya, nelayan setempat dibukakan lahan baru untuk menjadi akses pulang pergi ke laut. Jalan itu berupa timbunan, dengan jarak sekitar 80 meter dari resort. Ramlan sang kades, mengatakan, sebelum jalan itu dipindahkan, pihaknya sudah mengelar pertemuan dengan warga di lokasi. "Dalam pertemuan, warga tidak keberatan, ada kok berita acara pertemuannya, arsipnya tersimpan di rumah,"katanya.

Komentar sang kades diamini ketua RT 01 Arifin. Dia mengatakan, sejauh dia, masalah itu sudah clear, tak ada lagi yang mempermasalahkan. "Kan sudah clear, ada berita acaranya. Saya kan turut hadir dalam pertemuan itu. Waktu itu kita adakan voting suara terbanyak, lebih banyak yang setuju jalan dipindahkan, saya heran juga masalah ini disinggung kembali,"ujarnya.

Apalagi kata dia, pengusaha resort dimaksud membayar ganti rugi dalam bentuk membiayai penimbunan.

Menanggapi itu, salah satu warga di sana, mengatakan, ada proses yang tak transparan dalam penyelesaian masalah pemindahan jalan nelayan. Memang kata dia warga kalau ditanya pasti enggan terbuka, karena takut berbicara.

"Kami jadi kesulitan turun melaut, harus putar jauh lagi sejak jalan itu dibebaskan oleh si pengusaha. Jalan nelayan kami yang dulu itu nyaman, dipavling blok, yang jalan baru dikasih itu sekarang hanya ditimbun saja dan sisa tanah merah, gak dikasih pavling, begitu saja kondisinya,"ujar Mat, warga tersebut.

Warga yang menjadi nelayan, selaku pengguna jalan kata dia tak mendapatkan ganti rugi sama sekali. Tahu tahu jalan mereka sudah dipindahkan di tempat lain dengan kondisi hanya berupa timbunan. "Kami bingung, apakah hanya begitu saja kondisinya. Apakah nanti harus turun bantuan pemerintah nanti diperbaiki, atau begitu saja,"ujar dia. (*)

Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved