Hakim Pengadilan Tanjungpinang Vonis Denda Rp 500 Juta, Kasus Pencurian Ikan WN Vietnam

Hakim Pengadilan Tanjungpinang menghukum WN Vietnam masing-masing denda Rp 500 juta kasus pencurian ikan. Ini argumentasinya!

Hakim Pengadilan Tanjungpinang Vonis Denda Rp 500 Juta, Kasus Pencurian Ikan WN Vietnam
tribunnews batam / istimewa
Ilustrasi vonis

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG- Sidang dua perkara perikanan tanpa dihadiri terdakwa divonis denda 500 juta rupiah. Dua terdakwa Nguyen Tancab dan Nguyen Tanha warga negara Vietnam sebelumnya kabur di Satkerja PSDKP Batam.

Baca: Kasus 2015! Istrinya Ngaku Ditiduri Korban 7 Kali, Andi Lala Emosi Dan Eksekusi Korban!

Baca: Kabar Gembira! Anak Pulau Terluar Prioritas Masuk TNI-Polri, Gubernur Lobi Panglima TNI-Kapolri

"Kami sepakat dengan tuntutan Jaksa yang sebelumnya menuntut terdakwa 500 juta subsider 6 bulan kurungan penjara. Jadi kita musyarawah karena terdakwa belum pernah hadir di persidangan jadi majelis hakim sependapat dengan jaksa sejauh mengenai dakwaan terbukti, hanya subsider yang kita tidak sepakat," ujar Santonius Tambunan hakim ketua perkara tersebut serta humas PN Tanjungpinang, Selasa (18/4).

Selain itu pihaknya juga tak sepakat dengan tuntutan yang meminta bahwa barang bukti kapal dirampas dan dimusnahkan. Dalam putusanya barang bukti dinyatakan dirampas untuk negara dengan dilakukan pelelangan.

"Pertimbangan kita karena nilai ekonomis kapal itu masih tinggi. Kondisi kapal setelah kita lakukan pengecekan ternyata masih bagus. Oleh karenanya kita putuskan barang bukti dari hasil pelelangan diserahkan untuk negara," tambahnya.

Menurutnya, dalam putusan perkara perikanan di Zona ekonomi Eksklusif (ZEE) perairan Natuna, tidak ada hukuman kurungan penjara melainkan hanya denda. Status terdakwa yaang melarikan diri nantinya pun akan dilakukan proses pemanggilan melalui media untuk membayar denda.

"Tapi jaksa masih pikir-pikir. Prosesnya nanti akan melalui media bahwa putusan hukum terdakwa sudah dilakukan. ‎Dari awal memang terdakwa kabur, namun tugas jaksa itu sudah selesai ketika telah memberikan laporan kepada polisi dan menetapkan staatus kedua terdakwa sebagai DPO," tambahnya.

Sebelumnya, KM KNF 7444 bersama KM KNF 7445 dimankan diperairan Laut Cina Selatan. Kedua Kapal tersebut diamankan diwilayah ZEE saat sedang melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan trawl pada bulan agustus taahun 2016. Namun keduanya terlebih dahulu kabur dari Satker PSDKP Batam saat berkas penyidikan sudah dilimpahkan ke pengadilan.

Dalam persidangan tersebut, tiga Hakim membacakan vonis dihadapan JPU saja. (*)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved