Helikopter Black Hawk Milik Arab Saudi Jatuh di Yaman

Pernyataan militer tersebut tidak merinci apa penyebab utama kecelakaan dan hanya menyebutkan bahwa insiden tersebut sedang dalam penyelidikan

Helikopter Black Hawk Milik Arab Saudi Jatuh di Yaman

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, DUBAI - Helikopter tempur Black Hawk milik Arab Saudi jatuh dalam sebuah operasi militer di Yaman pada Selasa (18/4/2017), menewaskan 12 tenraranya.

Kantor berita Arab Saudi, SPA, mengutip pernyataan tentara yang mengatakan bahwa pesawat itu jatuh di Provinsi Marib, timur Sana’a, ibu kota Yaman.

"Akibatnya, empat perwira, dan delapan bintara dari angkatan bersenjata Arab Saudi mati sebagai pahlawan," kata SPA.

Pernyataan militer tersebut tidak merinci apa penyebab utama kecelakaan dan hanya menyebutkan bahwa insiden tersebut sedang dalam penyelidikan.

Baca: YA AMPUN! Mau Bersihkan Sumbatan, Tangan Wanita Ini Malah Nyangkut di Lubang WC

Baca: ALAMAK. Selama 10 Tahun Mencuri, Pria Ini Kumpulkan 10 Ribu Celana Dalam Wanita

Jumlah korban tewas itu adalah salah satu yang terbesar dalam kejadian tunggal yang melibatkan pasukan Arab Saudi sejak koalisi negara Arab memulai serangan judara melawan pemberontak Houthi pada 2015.

Intervensi militer itu dilakukan koalisi pimpinan Arab Saudi untuk mengembalikan kekuasaan Presiden Yaman, Abdu Rabbo Mansour Hadi, yang digulingkan pemberontak Houthi.

Rudal balistik, yang ditembakkan Houthi ke pangkalan tentara sekutu di Marib pada 2015, menewaskan lebih dari 60 tentara koalisi Arab yakni dari Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Bahrain.

Sekutu pimpinan Arab Saudi baru-baru ini mendapat beberapa kemajuan dalam melawan Houthi di Yaman barat, tapi berjuang di medan lain, termasuk Marib, karena sedikit perubahan.

Houthi merebut banyak wilayah Yaman utara, termasuk Sana’a, dalam serangkaian operasi perlawanan sejak 2014, yang akhirnya memaksa Hadi lari.

Sekutu pimpinan Arab Saudi menuduh Iran menggunakan Houthi untuk memperluas pengaruhnya di Yaman, salah satu negara termiskin di dunia Arab.

Houthi menganggap tindakan mereka di Sana’a sebagai revolusi melawan korupsi di tubuh pemerintahan Hadi, yang membuat rakyat miskin bertambah menderita.(*)

Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved