Batam Terkini

Mimpi Kerja di Malaysia, Delapan Orang Ini Justru Berurusan dengan Polisi

Di hadapan polisi mereka mengaku mendapatkan informasi pekerjaan dari kenalannya dan memberi nomor handphone tekong yang bernama Dani dan Erik.

Mimpi Kerja di Malaysia, Delapan Orang Ini Justru Berurusan dengan Polisi
www.rumahpengaduan.com
Ilustrasi karikatur waspadai penipuan. 

Laporan Wartawan: Efendi Wardoyo

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Nasib orang tak ada yang tahu. Hal inilah yang menimpa delapan orang yang semula dijanjikan bekerja di Malaysia.

Sayangnya, bukan pekerjaan yang didapatkan justru harus berurusan dengan aparat berwajib di Batam yakni di Polsek Batam Kota dengan tuduhan berencana masuk Malaysia secara ilegal. Yakni lewat jalur tikus.

Delapan orang tersebut adalah Anisa (34), Yanti (40), Badri (28), Burhan (37), Suhamdani (30), Erik (18), dan dua teman lainnya.

Di hadapan polisi mereka mengaku mendapatkan informasi pekerjaan dari kenalannya dan memberi nomor handphone tekong yang bernama Dani dan Erik.

Kemudian dari kampung masing-masing, mereka berangkat ke Batam. Adapun janji sebelumnya setelah sampai di Batam akan langsung diberangkatkan ke Malaysia.

Tapi, setelah hampir satu minggu lebih menunggu, mereka tak juga diberangkatkan ke Malaysia sesuai janji para tekong.

"Saya sampai tanggal 18 April di Bandara Hang Nadim sekitar jam 18:00 WIB, saya dijemput pakai mobil dan dibawa ke kontrakan. Uang sudah saya setor ke Erik (Tekong) sebanyak Rp 1,7 juta. Kemudian tadi malam jam 22:00 WIB kami diamankan oleh polisi. Sementara Erik sama Dani tidak tahu kabur kemana," kata Burhan, pria asal Lombok.

Dari masing-masing calon TKI, mengalami kerugian sekitar Rp. 5 jutaan perorang dan itu biaya penyetoran ke tekong Rp. 1.5 - 1.7 juta perorang, sisanya ongkos berangkat dari kampung ke Batam. (*)

Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help