Pemko Tanjungpinang Larang Penjualan Mikol di Lapak Kaki Lima, Ini Penjelasan Kepala Disperindag!

Pemko Tanjungpinang larang penjualan mikol di lapak kaki lima, Ini alasan Kepala Disperindag!

Pemko Tanjungpinang Larang Penjualan Mikol di Lapak Kaki Lima, Ini Penjelasan Kepala Disperindag!
shutterstock
Ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG- Penjualan minuman beralkohol (mikol) masih banyak ditemukan di tepi jalannan Kota Tanjungpinang. Baik dijual pedagang kedai dan maupun kaki lima. Masyarakat pun mengeluhkan hal tersebut. Mereka justru bertanya-tanya apakah hal tersebut dibolehkan.

Baca: Kasus 2015! Istrinya Ngaku Ditiduri Korban 7 Kali, Andi Lala Emosi Dan Eksekusi Korban!

Baca: Kabar Gembira! Anak Pulau Terluar Prioritas Masuk TNI-Polri, Gubernur Lobi Panglima TNI-Kapolri

Menanggapi hal tersebut, Juramadi Esram Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang dengan tegas mengatakan tidak dibenarkan penjualan minuman di kedai-kedai dan warung tersebut. Menurutnya bila ditemukan adanya penjualan mikol di tempat tersebut itu berarti ilegal.

"Karena penjualan minuman beralkohol itu sudah diatur. Hanya tempat-tempat tertentu saja yang memiliki izin yang boleh menjual. Seperti supermarket dan kafe-kafe yang memiliki SIUP MB," katanya, Selasa (18/4).

Pihaknya pun akan segera melakukan rapat koordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tanjungpinang untuk menindaklanjuti hal tersebut. Karena Satpol PP mempunyai Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan bisa melakukan penindakan.

"Kita akan menggandeng Satpol PP untuk melakukan penertiban pedagang yang menjual mikol tanpa izin, dari sisi ketertiban umumnya," katanya.

Selain itu, untuk penjual mikol berizin seperti supermarket dan kefe, pihaknya juga sudah memperingatkannya untuk mengikuti aturan penjualan.

"Seperti penjual wajib membuat etalase tersendiri yang terpisah dari barang dagangan lainnya. Itu wajib," kata Esram.

Selain itu juga, penjualan mikol juga diatur. Tidak semua orang dibolehkan membelinya. Mereka yang boleh memberi hanya yang berusia 21 tahun keatas.

Pihaknya sendiri sampai saat ini telah mengeluarkan 20 Surat Izin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol (SIUP MB). Jumlah tersebut dikeluarkan untuk supermarket, kafe dan hotel di Kota Tanjungpinang. Untuk itu, dia pun meminta pemegang izin untuk mentaati ketentuan penjualan. (*)

Penulis: M Ikhwan
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help