Sidang Brigadir Samsul Bahri Menunggu Vonis, Kasus Narkoba Libatkan Polisi Kepri

Brigadir Samsul Bahri menunggu vonis, kasus narkoba libatkan polisi di Dabo Singkep

Sidang Brigadir Samsul Bahri Menunggu Vonis, Kasus Narkoba Libatkan Polisi Kepri
TRIBUNJAMBI/RIAN AIDILFI AFRIANDI
Ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG- Brigadir Samsul Bahri anggota Polda Kepri kini menunggu vonis setelah menerima tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) 9 tahun penjara. Dalam nota pembelaan terdakwa saat itu melalui kuasa hukumnya menyatakan bahwa ada rekayasa dan diduga Samsul Bahri dijebak oleh kepolisian.

Baca: Heboh, Bu Dokter Digerebek Suami Lagi Selingkuh Dengan Pria Lain, Mengejutkan Inilah Selingkuhannya!

Baca: Edan! Gadis 14 Tahun Digilir 7 Remaja, Satu Rekan Pelaku Bertugas Berjaga-jaga Selama Aksi!

Baca: Kabar Gembira! Anak Pulau Terluar Prioritas Masuk TNI-Polri, Gubernur Lobi Panglima TNI-Kapolri

Dugaan dijebaknya Samsul Bahri saat ditangkap di pelabuhan Jago, Lingga menurut penjelasan Edi Sujadi Pengacara terdakwa menuturkan bahwa upaya tersebut tak lepas dari peran Samsul Bahri saat bertugas dalam memerangi narkoba. Salah satunya dengan penangkapan Brigadir Sunarwanto, anggota Polisi Polres Lingga tahun 2014 lalu. Dalam nota pledoinya, penasehat hukumnya menyebutkan ada 500 paket narkoba‎ yang diamankan dari Sunarwanto.

"Itu tidak benar kalau saat itu terdapat barang bukti saat saya diamankan sebanyak 500 paket. Pledoi yang dibacakan penasehat hukumnya ini jelas keliru tidak sesuai dengan data dan fakta yang sebenarnya. Jelas-jelas saya saat itu divonis 2 tahun penjara dengan barang bukti 0,45 gram," kata Sunarwanto ditemui di Tanjungpinang, Kamis (19/4/2017).

Saat itu Samsul Bahri pun menjadi penyidik Sunarwanto sekaligus saksi dalam persidanganya. Jika memang benar terdapat 500 paket, tentunya disitu terdapat penggelapan barang bukti. Karena dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dikirim Samsul Bahri dan juga fakta persidangan terbukti bersalah mengkonsumsi narkoba dengan barang bukti ‎0,45 gram.

"Kalau saya ditangkap dengan barang bukti 500 paket, berarti ada penggelapan barang bukti. Karena sudah jelas dalam persidangan hanya 0,45 gram. Dan memang segitu barang buktinya," kata pria yang telah bebas dari kurungan penjara 2 tahun dan kini bertugas di Pulau Senayang Lingga ini. (*)

Berita Terkait Baca Harian Tribun Batam Edisi Kamis (20/4/2017)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved