Tangkapan Kabur, Satker Perikanan Anambas Akui Kelalaian. Tuding Ini Jadi Biang Kerok!

Satker Perikanan Anambas mengakui kelalaian menyusul kaburnya 4 WNA tangkapan. Tuding ini jadi biang kerok!

Tangkapan Kabur, Satker Perikanan Anambas Akui Kelalaian. Tuding Ini Jadi Biang Kerok!
Tribunbatam/Septyan Mulia Rohman
WNA kabur 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS - Empat orang WNA berstatus tersangka ‎yang diketahui kabur, diakui Asep Ruhiyat Kasatwas Sumber Daya Kelautan Perikanan Kabupaten Kepulauan Anambas

merupakan kelalaian pihaknya. Keterbatasan personil dengan jumlah awak kapal ikan asing ex-illegal fishing yang ditempatkan di satwas yang berlokasi di Antang Desa Tarempa Timur Kecamatan Siantan.

Baca: Soal Video Porno Ria From Bali, Identitas Ceweknya Sudah Dikantongi. Video Diunggah dari Sini!

Baca: Heboh, Bu Dokter Digerebek Suami Lagi Selingkuh Dengan Pria Lain, Mengejutkan Inilah Selingkuhannya!

Baca: Edan! Gadis 14 Tahun Digilir 7 Remaja, Satu Rekan Pelaku Bertugas Berjaga-jaga Selama Aksi!

"‎Kami akui ada kelalaian. Di satu sisi, keterbatasan SDM juga menjadi kendala kami," ujarnya Rabu (19/4/2017). Ia merincikan, berdasarkan Surat Keputusan, terdapat dua orang pegawai berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ada pada Satwas tersebut. Selain itu, terdapat tiga orang tenaga kontrak untuk membantu administrasi dan pelayanan kantor.

"‎Untuk pegawai saat ini saya sendiri. Ada satu personil yang sedang mengikuti pelatihan. Satu orang lagi saya standby kan di Natuna. Idealnya penyidik paling minim tiga orang. Belum tenaga administrasi dan tenaga kontraknya.

‎Saat ini, terdapat 67 orang WNA dimana 19 orang berstatus sebagai tersangka. Asep pun tidak mengelak ada rasa was-was dan cemas dengan kondisi personil yang timpang dengan jumlah WNA yang mencapai puluhan orang itu. Untuk tenaga penerjemah, pihaknya biasa menggunakan jasa warga yang mahir berbahasa asing tersebut.

"Kalau was-was jelas ada, ‎saya tidur pun tak nyaman. Ganti jaga pun, saya cek personil. Idealnya memang 24 jam," ungkapnya lagi.

Pihaknya pun kurang mengetahui dengan pasti perihal rencana pembangunan rumah tahanan sementara dari pusat. Hanya saja, sudah ada konsultan yang datang terkait pembangunan infrastruktur tersebut.

"Informasi validnya saya kurang tahu, namun sudah ada konsultan untuk rumah tahanan sementara. Dari pusat, belum ada pengerjaan kabar selanjutnya," ungkapnya lagi. (*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help