Pilkada DKI Jakarta

Bagaimana Media Asing Menyorot Kekalahan Ahok dan Kemenangan Anies?

Ahok menjadi pergunjingan luas tidak saja di Indonesia, tetapi di luar negeri, akibat sentimen agama dan etnis.

Bagaimana Media Asing Menyorot Kekalahan Ahok dan Kemenangan Anies?
WARTAKOTA
Cagub DKI Anies Baswedan menemui Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (20/4/2017). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemilihan Gubernur-Wagub DKI Jakarta yang menyebabkan tersingkirnya gubernur petahana, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, menjadi sorotan media asing arus utama.

Ahok dilihat sebagai tokoh fenomenal dan antikorupsi. Namun, Ahok menjadi pergunjingan luas tidak saja di Indonesia, tetapi di luar negeri, akibat sentimen agama dan etnis.

Kekalahan Ahok dan kemenangan Anies Baswedan, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo, itu diartikulasikan dalam terminologi atau diksi yang dikaitkan dengan masalah agama dan ras oleh sejumlah media asing arus utama.

Media Arab berbasis di Doha, Qatar, Al Jazerra, menyebutkan, Ahok yang sedang “diadili karena penistaan” agama kalah dari Anies "setelah kampanye agama yang memecah belah”.

Baca: Promosikan Wisata, Pemko Ajak Wakil 10 Negara Jalan-jalan di Batam

Baca: Kalah saat Pilgub, Ini Peluang Jabatan Ahok, Gajinya Ratusan Juta, Sudah Minta ke Jokowi

Baca: Saling Berkirim Pesan WhatsApp, Apa Isi Percakapan Ahok dan Anies?

Dari hasil penghitungan cepat oleh 10 lembaga survei, “gubernur Kristen di ibu kota Jakarta” kalah telak setelah “kampanye yang dimulai dengan perbedaan agama dan rasial di negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia itu,” demikian Al Jazeera, Rabu (19/4/2017).

Ahok sedang diadili karena kasus penistaan agama Islam, demikian media Arab tersebut.

Dalam beberapa bulan ini, “Ratusan ribu warga Indonesia melakukan protes menentangnya di Jakarta, mencaci maki keturunan China itu, dan menuntutnya untuk dipenjara atau dibunuh,” kata media Arab itu.

Halaman
123
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help