Beda Gaya Mendidik Anak Antara Budaya Barat dan Timur. Mana yang Terbaik?

Sebagian dari Anda mungkin sudah tahu perbedaan gaya mendidik anak ala orang barat dan orang timur? Lantas, mana pola terbaik?

Beda Gaya Mendidik Anak Antara Budaya Barat dan Timur. Mana yang Terbaik?
tabloidnova.com/MOMSXYZ
Ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNNEWS.COM - Sebagian dari Anda mungkin sudah tahu perbedaan gaya mendidik anak ala orang barat dan orang timur?

Ya, secara umum, masyarakat atau orangtua di Negara-negara barat terkenal memberikan kebebasan dalam mendidik anaknya.

Pola mengasuh anak dengan kebebasan ini diharapkan membuat anak bersikap mandiri dan tumbuh sesuai dengan pilihan hidupnya.

Ini berbanding terbalik dengan gaya mendidik anak ala orangtua di timur yang secara umum lebih disiplin dan selalu mengawasi anak.

Jelas, tujuan utamanya agar anak tidak salah arah dan terjerumus ke pergaulan yang keliru dan merusak masa depan.

Baca: Ucapkan Selamat pada Gubernur Jakarta Terpilih, Ini Pesan Menteri Perhubungan

Baca: Anies-Sandi Menang Versi Hitung Cepat, Ini Komentar Fahri Hamzah

Baca: Ahok Tinggal Punya Waktu Enam Bulan, Ini Deretan Program yang Bakal Dikebut

Lantas, gaya mendidik anak manakah yang lebih baik?

Menurut Alyssa Fu dan Hazel Markus, peneliti dari Universitas Stanford, dalam kajian yang dipublikasi oleh Daily Mail pada 24 Mei 2014, gaya mendidik anak baik ala barat maupun timur keduanya efektif diterapkan untuk mendidik serta mengembangkan potensi anak.

Diakuinya, gaya mendidik anak ala orangtua Barat didasari oleh pemahaman yang sudah tumbuh mendarah daging dan membudaya sejak anak tumbuh besar dalam keluarga. Sedangkan, gaya mendidik anak ala orangtua di timur menemukan motivasi tersebut dari didikan orangtuanya.

Mereka menemukan jika di Asia, anak-anak mempelajari nilai-nilai saling ketergantungan antara orangtua dan anaknya. Sangat berbeda dengan orangtua di barat yang cenderung menekankan bahwa seseorang seharusnya mandiri terutama dari ibunya.

Hal menarik lainnya ialah, Fu dan Markus merasa sangat tertarik dengan temuannya bahwa saling ketergantungan dapat menjadi faktor yang memotivasi anak.

Namun, terpenting adalah kemampuan anak dalam memahami budaya yang beragam dan cara mereka menafsirkan diri dan hubungannya dengan orang lain. (*)

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Nova
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help