Kasus Mutilasi Anggota DPRD

Terungkap! Hakim Kasus Brigadir Medi Gemetar Jelang Vonis Mati Polisi Ini. Begini Alasannya!

Terungkap! Hakim kasus Brigadir Medi mengaku gemetar jelang vonis mati polisi ini. Begini pengakuannya!

Terungkap! Hakim Kasus Brigadir Medi Gemetar Jelang Vonis Mati Polisi Ini. Begini Alasannya!
Tribunlampung/Wakos Gautama
Brigadir Medi Andika 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, BANDAR LAMPUNG - Tak mudah menjatuhkan hukuman mati terhadap terdakwa.

Begitu pula yang dialami majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjungkarang yang menyidangkan Medi Andika dalam kasus pembunuhan berencana terhadap anggota DPRD Bandar Lampung M Pansor.

Baca: Heboh, Bu Dokter Digerebek Suami Lagi Selingkuh Dengan Pria Lain, Mengejutkan Inilah Selingkuhannya!

Baca: Heboh, Beredar Video Bule Begituan di Bali, 59 Cewek Indonesia Jadi Mangsanya, Termasuk di Batam!

Hakim Ketua Minanoer Rachman bahkan sampai gemetar saat memasuki ruang sidang yang beragendakan pembacaan putusan Medi, Senin (17/4) lalu. "Jujur, tubuh saya gemetar ketika hendak membacakan putusan vonis pidana hukuman mati itu," kata Minanoer saat diwawancara Tribun di kantornya, Rabu (19/4).

Mantan Ketua Pengadilan Negeri Tuban, Jawa Timur, itu mengaku baru kali ini menjatuhkan vonis mati terhadap terdakwa. "Selama 20 tahun lebih menjadi hakim, ini pengalaman pertama saya," ujarnya.

Meski begitu, Minanoer secara tegas menyatakan vonis mati terhadap Medi merupakan hasil dari fakta-fakta yang terungkap di persidangan. Sekaligus hasil musyawarah majelis hakim, bersama hakim anggota Yus Enidar dan Mansyur, sebelum menjatuhi hukuman.

"Putusan ini benar-benar sudah dipertimbangkan," ujar Wakil Ketua PN Tanjungkarang tersebut.

Minanoer pun mengisahkan beberapa momen di balik musyawarah majelis hakim. Tiga hari sebelum sidang, atau Jumat (14/7), Minanoer bersama Yus Enidar dan Mansyur sudah memberi sinyal untuk menjatuhkan vonis mati terhadap Medi.

Namun, sebelum membulatkan keputusan itu, Minanoer mengajak Yus Enidar dan Mansyur untuk meminta petunjuk dari Sang Maha Kuasa. "Kita salat istikharah dulu aja deh. Sebab, kita ini akan menjatuhi hukuman vonis pidana mati kepada seseorang," ucap Minanoer ketika itu kepada Yus Enidar dan Mansyur.

"Jadi, sebelum memberikan putusan, kami bertiga melaksanakan salat istikharah, salat minta petunjuk kepada Tuhan," imbuhnya.(*)

Editor:
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved