Batam Terkini

Bikin Macet dan Semrawut, Akhirnya Pasar Kaget Mandalay Ditutup

Selain keluhan dari warga, aparat menutup pasar kaget di Mandalay juga karena lokasi pasar kaget berada di lahan untuk taman.

Bikin Macet dan Semrawut, Akhirnya Pasar Kaget Mandalay Ditutup
TRIBUNBATAM/IAN PERTANIAN
Lurah Sagulung kota Bambang dan Kasitrantib Kecamatan sagulung, Jamil beserta perangkat RT/RW menutup operasional pasar kaget di Mandalay 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Setelah mendapatkan protes dan komplain dari warga sekitar, akhirnya pasar kaget Mandalay ditutup oleh Lurah Sagulung Kota dibantu Kasitrantib Kecamatan Sagulung, Kamis (20/4/2017).

"Selama ini kita banyak mendapat keluhan dari warga, bahkan kita juga sudah mendapat surat dari perangkat RT/RW dari Mandalay, serta tanda tangan warga Mandalay, yang menolak keberadaan pasar kaget, makanya kita laksanakan penutupan," kata Bambang, Lurah Sagulung Kota kepada Tribun.

Bambang mengatakan, selain keluhan dari warga, pihaknya juga melakukan penutupan pasar kaget di Mandalay karena lokasi pasar kaget berada di lahan yang peruntukannya adalah taman.

Baca: Tanpa Pengirim, Ahok Terima Buket dan Karangan Bunga. Begini Isi Pesan di Dalamnya

Baca: BREAKINGNEWS. Banjir Genangi Jalan R Suprapto, Pengendara Terpaksa Dorong Motor

Baca: Wirya Silalahi: Kita Kehilangan Rp 1 Triliun Setiap Bulan karena PHK

"Selain itu, para pedagang juga berjualan di jalan masuk warga perumahan Villa Namora," kata Bambang.

Sementara, Jamil, Kasitrantip Kecamatan Sagulung, yang hadir dilokasi mengatakan, pihaknya hanya sebatas membantu saja.

"Ini tugas Kelurahan, kita sifatnya hanya mendukung saja, kegiatan mereka," kata Jamil.

Jamil mengatakan, pihaknya akan terus melaksanakan penertipan terhadap keberadaan pasar kaget, selama pasar kaget tersebut mengganggu keamanan dan kenyaman warga. "Kalau keberadaannya mengganggu akan kita tertibkan," kata Jamil.

Penutupan pasar kaget di Mandalay, juga atas permintaan perangkat RT/RW yang ada di wilayah tersebut.

"Kita sebenarnya tidak masalah ada pasar kaget di lokasi ini, tetapi memang warga tidak setuju, jadi kita akan tetap harus utamakan kepentingan warga," kata Supriadi, Ketua RW 17 Kelurahan Sagulung Kota.

Di tempat yang sama Janingot, RT 03 Mandalay juga mengatakan penutupan pasar kaget, sesuai dengan keinginan warga.

"Ini memang keinginan warga, memang selama ini sudah sangat meresahkan warga, karena mengganggu akses jalan warga saat hendak masuk ke kompleks," kata Janingot.(*)

Penulis: Ian Pertanian
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help