Kejar Wajib Pajak Bandel, Ditjen Pajak Sebar 10 Ribu Pemeriksa Untuk Tegakkan Hukum

Nantinya sekitar 10.000 pemeriksa pajak akan turun ke lapangan untuk menegakan hukum pasca program tax amnesty.

Kejar Wajib Pajak Bandel, Ditjen Pajak Sebar 10 Ribu Pemeriksa Untuk Tegakkan Hukum
KOMPAS.COM
Uang tebusan program pengampunan pajak atau tax amnesty hingga 29 Maret 2017 mencapai Rp 110,01 triliun. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sudah menyiapkan kekuatan personel pemeriksa pasca berakhirnya program pengampunan pajak atau tax amnesty.

Nantinya sekitar 10.000 pemeriksa pajak akan turun ke lapangan untuk menegakan hukum pasca program tax amnesty.

"Oh itu (petugas pemeriksa) digabung hampir 10.000 ya," ujar Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak Angin Praytino Aji di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Jumat (21/4/2017).

Baca: Laporan Harga Tambahan Tax Amnesty Terkecil Rp 2.000, Nilai Harta Terbesar Bikin Melongo

Baca: Menjelang Berakhirnya Tax Amnesty Tadi Malam, Seorang Konglomerat Bayar Tebusan Rp 1 Triliun

Baca: Benarkah Rumah Tak Tercantum dalam SPT Tak Bisa Dijual? Ini Jawaban Ditjen Pajak

Baca: Jangan Lupa, Hari Ini Batas Akhir Pelaporan SPT Tahun 2016

Saat ini tutur Angin, jumlah pemeriksa pajak hanya berjumlah sekitar 4.900 orang. Namun Ditjen Pajak akan memanfaatkan account representative (AR) sehingga jumlah pemeriksan menjadi 10.000 orang.

Selama ini, tugas AR hanya sebatas menyampaikan imbauan kepada wajib pajak. Bila wajib pajak tidak merespons imbauan itu, AR akan melaporkan wajib pajak ke pemeriksa pajak.

"Nanti teman-teman AR ini, data-data tax amnesty akan disampikan ke mereka, nanti mereka langsung (tindak lanjuti). Jadi tidak hanya imbau lagi ya," kata Angin. (*)

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help