Batam Terkini

Komisi VI DPR RI: Ini PR Kita. Apakah BP Batam Dibubarkan atau Gabung ke Pemda

Dari data tiga tahun terakhir, ada lebih dari 20 perusahaan tutup. Hal itu berakibat pada angka pemutusan hubungan kerja (PHK) yang signifikan.

Komisi VI DPR RI: Ini PR Kita. Apakah BP Batam Dibubarkan atau Gabung ke Pemda
wikipedia
Ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Dua hari setelah kunjungan Komisi II DPR RI, Batam kembali menerima kunjungan rombongan Komisi VI DPR RI Kamis (20/4/2017).

Namun, lagi-lagi yang dibahas dalam kunjungan wakil rakyat pusat itu terkait sengketa kewenangan yang terjadi di Batam. Yakni kewenangan antara Pemerintah Kota Batam dan BP Batam.

"Permasalahan di Batam tidak bisa tidak, harus diselesaikan di pusat," kata Ketua Komisi VI DPR RI, Teguh Juwarno di lantai V Gedung Pemko Batam, Kamis (20/4/2017).

Dalam forum itu, salah satu solusi yang mengemuka yakni dibentuknya panitia khusus (pansus) untuk percepatan penyelesaian masalah Batam. Sama seperti usulan Komisi II DPR RI, yang lebih dulu lakukan kunjungan ke Batam.

Meski begitu, Teguh tidak bisa memberikan kepastian soal waktu. Kapan permasalahan di Batam bisa diselesaikan.

"Pansus adalah jalan yang mungkin dilakukan untuk percepatan penyelesaian. Kalau dari sisi kami di parlemen bisa dilakukan percepatan. Tapi untuk produk undang-undang, selain kami juga tergantung eksekutif di pemerintah pusat. Selain pansus melibatkan komisi terkait, kami juga akan bangun komunikasi khususnya ke presiden," ujar dia.

Baca: Gubernur: Kisruh Batam Bermula saat Dewan Kawasan Ditarik ke Pusat

Baca: DUH. Mendadak Stroke saat Mengemudi, Kakek Ini Tabrak Mobil dan Tiga Motor

Baca: Kredit Rumah DP Nol Bisa Terealisasi Asal Penuhi Syarat Ini

Soal arah penyelesaian, Teguh belum bisa berbicara banyak. Menurut dia, pihaknya harus mengkaji permasalahan secara objektif. Memang sepintas, diakuinya ada lembaga BP Batam yang keberadaannya tidak sesuai dengan undang-undang otonomi daerah. Persoalannya terletak dari sisi regulasi.

Halaman
12
Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help