TribunBatam/

Inspirasi

Luar Biasa! Demi Anaknya Bisa Sekolah, Ibu Ini Terus Mengayun Martil. Ini Bekal Makan Siangnya!

Demi anaknya tetap sekolah, ibu ini rela kerja memecah batu setiap hari hanya berbekal makan siang ubi ini. Begini kisahnya!

Luar Biasa! Demi Anaknya Bisa Sekolah, Ibu Ini Terus Mengayun Martil. Ini Bekal Makan Siangnya!
Kontributor Nunukan, Sukoco
Rasna (43) warga Sungai ApokDesa Binusan Kabupaten Nunukan yang terpaksa mengangkat martil untuk memecah batu sebagai profesinya selama 7 tahun terakhir. Eks TKI asal Bau Bau Sulawesi Tenggara ini gigih berjuang demi 8 anaknya bisa bersekolah untuk menggapai cita cita 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, NUNUKAN-Teriknya sinar matahari siang itu tak dihiraukan Rasna (43). Keringat yang terus megucur tak menghentikan tangannya untuk terus mengayun martil 10 kilogram ke beberapa bagian batu yang coba dia pecahkan.

Baca: Geger! Foto Polwan Berjudul Skandal Seks Kapolres Prabumulih Tersebar di Facebook

Baca: Heboh! Kepala Kemenag Ini Dituding Begituan Dengan Pegawainya di Toilet Kantor. Begini Versinya!

Hari ini sepertinya nasib kurang berpihak kepada Rasna, sudah hampir pukul 12:00 Wita, ayunan martilnya belum juga bisa mengumpulkan setengah kubik batu. Padahal untuk memecah batu besar hingga menjadi ukuran sekepala manusia dewasa, Rusna hanya di beri upah Rp 25.000 pe rkubik .

“Kalau batu putih keras, bisa 3 hari baru bisa dapat 1 kubik,” ujarnya.

Profesi memecah batu bagi seorang perempuan memang agak jarang. Namun tuntutan hidup memaksa eks TKI dari Malaysia tersebut menekuni profesi yang tidak biasa tersebut selama 7 tahun terakhir.

Baca: Heboh, Bu Dokter Digerebek Suami Lagi Selingkuh Dengan Pria Lain, Mengejutkan Inilah Selingkuhannya!

Baca: Heboh, Beredar Video Bule Begituan di Bali, 59 Cewek Indonesia Jadi Mangsanya, Termasuk di Batam!

Sejak dia bersama ke 8 anaknya terdampar di Nunukan, mengayun martil sudah menjadi ritme hidupnya.

Beratnya beban hidup seakan tak memberi pilihan kepada Rasna untuk memilih pekerjaan lain.

Halaman
1234
Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help