TribunBatam/

Tarif Listrik Batam Naik

Rakyat Disuruh Memikirkan PLN, Lalu Siapa yang Memikirkan Rakyat?

Kredit macet kendaraan dan rumah, tak ada yang tahu. Kami bukan tidak mau naik listrik, tapi kenaikannya itu jangan mencekik begitu

Rakyat Disuruh Memikirkan PLN, Lalu Siapa yang Memikirkan Rakyat?
Tribun Batam/Argianto DA Nugroho
Suasana rapat koordinasi membahas kenaikan tarif listrik Batam yang dipimpin Gubernur Kepri Nurdin Basirun di Graha Kepri, Jumat (21/4/2017). 

Laporan Tribunnews Batam, Dewi Haryati

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Rapat koordinasi terkait kenaikan ptarif listrik di Gedung Graha Kepri, Jumat (21/4/2017) siang menjelang sore, diwarnai suara-suara tinggi.

Suasana panas lantaran perwakilan masyarakat yang hadir dalam forum tersebut tetap kekeuh menginginkan ada keputusan yang bisa mereka bawa pulang ke rumah.

Alhasil Gubernur Kepri, Nurdin Basirun yang memimpin jalannya rapat, mesti beberapa kali mengingatkan agar penyampaian aspirasi dilakukan dengan kepala dingin.

"Tolong jangan emosi. Kita selesaikan dengan kepala dingin," kata Nurdin mengingatkan.

Hadir dalam rapat tersebut Walikota Batam HM Rudi dan Presiden Direktur Bright PLN Batam Dadan Kurniadipura.

Koordinator Umum Aliansi Masyarakat Peduli Listrik (AMPLi) Kota Batam, Said Abdullah mengatakan, kenaikan tarif listrik 45 persen yang dibebankan kepada masyarakat tidak masuk akal dan mencekik masyarakat.

Apalagi, kenaikan tersebut di tengah ekonomi Batam yang sedang terpuruk.

Banyak perusahaan yang tutup dan berimbas pada meningkatnya angka pengangguran di Batam.

Parahnya lagi, hal itu juga berpengaruh pada meningkatnya kriminalitas.

"Rakyat disuruh memikirkan PLN, lalu siapa yang memikirkan rakyat? Kos-kosan sekarang banyak yang kosong, rumah makan banyak tutup. Kredit macet kendaraan dan rumah, tak ada yang tahu. Kami bukan tidak mau naik listrik, tapi kenaikannya itu jangan mencekik begitu,” kata Said.

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help