TribunBatam/

Hangout

Sambut Long Weekend, Coba Kunjungi Vihara Seribu Patung

Tempat ini dikenal juga dengan nama Vihara Seribu Patung karena jumlah patungnya yang memang banyak.

Sambut Long Weekend, Coba Kunjungi Vihara Seribu Patung
TRIBUNBATAM
Hangout 

TEMPAT wisata religi bagi umat Budha yang ada di Kepri menjadi tempat yang banyak diminati wisatawan saat berlibur ke provinsi kepulauan ini.

Satu di antara vihara yang banyak didatangi adalah Vihara Ksitigarbha Bodhisatva di Tanjungpinang. Tempat ini dikenal juga dengan nama Vihara Seribu Patung karena jumlah patungnya yang memang banyak.

Tidak hanya umat Budha yang datang ke sini, tetapi banyak juga umat dari agama lain. Tempat ini tidak sekedar tempat berdoa tetapi juga tempat wisata yang menarik karena banyak patung-patung yang menyita perhatian.

Baca: Sasono Punggowo Nongsa, Wisata Ziarah Asri dan Penuh Ilmu Flora Fauna

Baca: Bosen Jalan ke Mal? Cobalah Berwisata ke Hutan Mangrove di Nongsa

Baca: Pantai Kusik Anambas, Sensasi Snorkeling di Ujung Pelantar


Vihara yang berada di lahan seluas dua hektar itu, mempunyai lima ratus patung dengan ekspresi yang berbeda. Patung-patung tersebut bernama lohan.

"Lohan para pengikut asli Budha yang menjadi penyebar agama Budha. Dia ditugaskan untuk menjaga Budhisme dan tetap berada di bumi sampai kedatangan Maitreya," kata Sie Tjui selaku pengurus Vihara Ksitigarbha Bodhisatva, belum lama ini.

Walaupun patung yang ada hanya lima ratus tetapi masyarakat lebih mengenalnya dengan sebutan Vihara Patung Seribu.

Ini karena patung yang ada di sini memang banyak. Sie juga mengungkapkan, patung-patung tersebut berasal dari Cina yang didatangkan secara berangsur-angsur.

Patung-patung Lohan berada di belakang sebuah pagar yang membatasinya. Para pengunjung hanya bisa jadikan patung-patung itu spot foto dan bukan untuk dipegang.

Sie mengungkapkan, patung-patung yang ada diizinkan untuk difoto tapi tidak dapat sembarangan dipegang.
Vihara yang sudah ada sejak 2004 ini juga menjadi tempat untuk mengurus jenazah warga Tionghoa. (*)

Penulis: andriani
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help