Tanah Mereka Disita, Warga Sandera Polisi dan Pejabat Pemerintah

Bentrokan ini terjadi setelah warga menuding perusahaan telekomunikasi milik militer menyita tanah mereka untuk kemudian dijual

Tanah Mereka Disita, Warga Sandera Polisi dan Pejabat Pemerintah
NorthEast Today
Ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, HANOI - Sekelompok petani yang menyandera belasan polisi dan pejabat terkait sengketa tanah akan melawan semua upaya membebaskan para sandera.

Penyanderaan ini dimulai pada Sabtu (15/4/2017) di My Duc, pinggiran kota Hanoi ketika aparat pemerintah bentrok dengan warga desa.

Bentrokan ini terjadi setelah warga menuding perusahaan telekomunikasi milik militer menyita tanah mereka untuk kemudian dijual.

Baca: ALAMAK! Tiru Adegan Film Kartun, Bocah 7 Tahun Ini Terjun Pakai Payung dari Lantai 10 Rumahnya

Krisis penyanderaanini merupakan bentuk perlawanan yang jarang terjadi di negara komunis itu di mana protes terhadap korupsi dan kesewenang-wenangan pejabat diatasi tindakan tegas kepolisian.

Warga setempat mengatakan, mereka menutup desa dengan memasang barikade berupa balok-balok kayu, karung pasir, dan batu bata serta melarang orang asing memasuki desa mereka.

Baca: NGERI! Keluarga Ini Kaget, Pagi-pagi Ada Seekor Buaya di Teras Rumahnya

Baca: KEREN! Helikopter Buatan Facebook Ini Bisa Sebar Sinyal Internet

Warga juga mengancam akan membakar rumah tempat para sandera ditahan jika pemerintah nekat memasuki desa itu.

Seorang petani perempuan, yang menolak disebutkan namanya, mengatakan, warga mengambil langkah "pencegahan" itu pada Rabu (19/4/2017) malam.

Halaman
12
Editor: Mairi Nandarson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help