TribunBatam/

Tersangka Serangan Bom ke Bus Borussia Dortmund Ditangkap. Motifnya Ternyata Ini

Kantor jaksa setempat mengatakan, kemungkinan besar motif serangan itu adalah uang dan bukan terkait dengan aksi teror

Tersangka Serangan Bom ke Bus Borussia Dortmund Ditangkap. Motifnya Ternyata Ini
AFP/PATRIK STOLLARZ
Pihak kepolisian mengevakuasi para pemain Borussia Dortmund seusai terjadi ledakan yang memecahkan salah satu kaca bus tim jelang pertandingan perempat final Liga Champions kontra AS Monaco, Selasa (11/4/2017). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BERLIN - Kepolisian Jerman, Jumat (21/4/2017), menangkap tersangka serangan bom terhadap bus kesebelasan Borussia Dortmund pada 11 April lalu.

Kantor jaksa setempat mengatakan, kemungkinan besar motif serangan itu adalah uang dan bukan terkait dengan aksi teror.

"Pasukan komando kepolisian yang bekerja sama dengan kantor jaksa federal telah menangkap seorang pria Jerman berdarah Rusia berusia 28 tahun, Sergej W," demikian pernyataan kejaksaan.

Baca: Sempat Ditunda Akibat Ledakan Bom, Dortmund Kontra AS Monaco Digelar Malam Ini

Baca: Teror Bom Bus Tim Dortmund, Puluhan Ribu Penonton dan Pemain Monaco Ikut Syok

Kejaksaan menambahkan, tersangka mengharapkan keuntungan dari jatuhnya saham tim sepakbola itu menyusul serangan tersebut.

Dalam insiden itu, tiga buah bom meledak di dekat bus yang mengangkut para pemain Borussia Dortmund beberapa menit setelah meninggalkan hotel.

Saat itu, kesebelasan Borussia Dortmund tengah menuju ke stadion untuk menghadapi AS Monaco dalam babak perempat final Liga Champions.

Ledakan itu menghancurkan kaca bus dan mengakibatkan pemain asal Spanyol Marc Bartra (26) terluka dan harus menjalani pembedahan.

Seorang polisi yang mengawal bus itu juga menderita luka akibat ledakan bom tersebut.

Bahan peledak yang digunakan tersangka mengandung serpihan logam yang disembunyikan di dalam pagar-pagar tanaman dan diledakkan saat bus melintas.

Awalnya, polisi menduga ledakan ini terkait serangan teror karena muncul tiga pernyataan yang mengaku sebagai dalang ledakan.

Namun, polisi mempertanyakan keaslian ketiga pernyataan itu dan para pakar menduga pernyataan tersebut dibuat untuk menyesatkan polisi.(*)

Editor: nandarson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help