TribunBatam/

Tujuh Keterampilan Ini Wajib Dikuasai Jika Anak Ingin Sukses

Ada tujuh keterampilan yang harus dikuasai anak dan diyakini bisa membuat anak sukses di masa depan. Apa saja?

Tujuh Keterampilan Ini Wajib Dikuasai Jika Anak Ingin Sukses
Nakita.id
ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM - Setiap orangtua ingin anaknya tumbuh sehat dan sukses di kemudian hari. Sejak kecil, mereka sudah "berinvestasi" dalam mengembangkan karakter si Kecil.

Mulai dari ikut seminar parenting, membaca buku-buku yang berkaitan dengan pola asuh, hingga nantinya memilih sekolah yang tepat bagi si Kecil.

Tapi, apa sebenarnya yang dibutuhkan oleh seorang anak supaya bisa sukses di masa depan? Pada dasarnya, ada tujuh keterampilan yang harus dikuasai anak agar sukses di masa depan:

1. Mengambil sikap
Bantu si Kecil belajar mengambil sikap dan memutuskan sendiri. Sebagai langkah awal, tunjukkan bahwa pendapatnya didengarkan oleh seisi keluarga. Perlihatkan Ibu benar-benar tertarik berdiskusi dengan si Kecil, baik saat membicarakan ide permainan, mencari solusi untuk masalah di rumah, sampai soal cita-citanya. Biarkan ia berpendapat dan katakan setuju untuk pendapatnya, hindari dorongan untuk mematahkan perkataannya karena tidak logis. Ingat, Bu, si Kecil masih dalam tahapan mengasah kemampuan logikanya!

2. Berkonsentrasi
Biasakan beri dia perhatian penuh tanpa interupsi saat sedang berbicara dengannya. Ajak juga si Kecil melakukan berbagai kegiatan yang bisa mengasah daya konsentrasinya. Misalnya dengan permainan puzzle atau menyusun balok. Saat berjalan bersamanya, ajak dia memperhatikan berbagai hal yang menarik yang ditemui dan mintalah si Kecil menceritakan kembali secara detail apa yang ia amati.

Baca: Nggak Cuma Tubuh, Kamar Tidur Juga Butuh Detoks. Begini Caranya

Baca: Ternyata Ini Rahasianya Membuat Dadar Telur dengan Bentuk Sempurna

Baca: Jangan Salah. Lima Jenis Makanan Ini Ternyata Mengandung Gula Tinggi

3. Mandiri
Kemandirian amat penting bagi si Kecil karena akan membuatnya lebih percaya diri saat dewasa nanti. Sejak balita, ajari dia mengenakan baju dan sepatunya sendiri, juga merapikan mainannya sendiri. Hindari memarahinya saat melakukan kesalahan, namun tunjukkan pengertian sambil memintanya untuk bertanggung jawab dan membereskan kesalahan tersebut. Berikan pujian saat ia berhasil memperbaiki kesalahannya.

4. Bekerja sama dalam tim
Dorong anak untuk membina hubungan yang baik dengan teman-temannya. Ajari dia untuk membiasakan diri berbagi peran serta mengikuti giliran saat bermain bersama teman-temannya. Hindari untuk membandingkan si Kecil dengan temannya, sebab ini akan merusak rasa percaya dirinya. Sebaliknya, tekankan bahwa setiap orang punya peran penting untuk membuat permainan jadi lebih menyenangkan.

5. Bahasa Asing
Di abad modern ini, kemampuan bahasa kedua bahkan ketiga akan membawa banyak manfaat bagi anak nanti. Ibu bisa memulai memperkenalkan bahasa asing pada si Kecil secara perlahan setelah ia menguasai bahasa pertamanya dengan baik. Usia balita adalah usia yang tepat untuk mulai belajar bahasa asing, sebab anak memiliki kemampuan menyerap setiap kosa kata baru dan berbicara dalam bahasa yang dipelajarinya dengan mudah dan percaya diri.

6. Mengurus diri sendiri
Sejak kecil, anak perlu belajar mengatur dirinya sendiri. Untuk itu, Ibu bisa membuatkan jadwal harian dan mingguan bersamanya, lalu ajaklah dia untuk melakukan kegiatan sesuai yang telah dijadwalkan. Dengan demikian, ia akan belajar bagaimana menyeimbangkan antara tanggung jawab yang harus dilakukan (makan, mandi, tidur) dengan kegiatan lain yang bisa diisi sesuai keinginannya (bermain, menonton televisi, membaca buku).

7. Menghadapi kegagalan
Bagaimana sikapnya menghadapi kegagalan akan membentuk keyakinan diri serta mempengaruhi hubungannya dengan orang lain. Anak yang tidak bisa menerima kegagalan dapat mengalami kesulitan saat dewasa nanti. Jika selama ini Ibu selalu memuji keberhasilan yang dicapai anak, jangan lantas mengabaikan kegagalannya seolah-olah tidak pernah terjadi. Bicarakan kegagalan ini dengan si Kecil dan biarkan ia mengekspresikan rasa kecewanya. Lalu, carilah solusi agar kegagalan itu tidak terulang lagi. 

Itulah keterampilan yang harus dikuasai anak agar ia mampu bersaing dengan orang lain. Ajarkan sejak dini agar ia tidak terkejut ketika harus menerapkannya dalam hidup sehari-hari. (*)

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Nakita
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help