Kapal Asing Curi Harta Karun di Anambas

Kru Sudah Ditahan, Kapal Diduga Larikan Situs Berharga Ini

Menteri KKP, Susi Pudjiastuti menyatakan, pihaknya belum bisa memastikan indentitas kapal asing yang mencuri harta karun di perairan Anambas, Kepri.

Kru Sudah Ditahan, Kapal Diduga Larikan Situs Berharga Ini
tribunnews batam/argianto
Menteri Keluatan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tertangkap kamera fotografer Tribun Batam sedang santai di atas KRI Barakuda, Senin (9/2/2015). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM - Menteri KKP, Susi Pudjiastuti menyatakan, pihaknya belum bisa memastikan indentitas kapal asing yang mencuri harta karun di perairan Indonesia, tepatnya di perairan Anambas, Kepulauan Riau. Terutama terkait nama dan negara asalnya.

Namun, hingga saat ini, tim Satgas 115 bekerja sama dengan Interpol masih melacak keberadaan kapal misterius tersebut.

"Saya sudah mengirimkan notice ke Interpol untuk segera ditindaklanjuti. Secepatnya, saya akan membuat red notice juga. Sepertinya, kapal lari ke arah utara, yang artinya sudah berada di wilayah perairan internasional, kami tidak punya wewenang lagi," ungkap Susi, Jumat (21/4/2017).

Baca: Berhasil Kabur saat Aparat Datangkan Kapal Perang

Ia mengatakan, pihaknya menemukan 1.000 ton logam metal saat melakukan pemeriksaan.

Kapal tanpa nama tersebut diduga mencuri cagar budaya perairan Indonesia.

Pasalnya, di Kepulauan Anambas terdapat dua situs kapal Seven Skies asal Swedia dan kapal Igara Skies asal Jepang yang tenggelam sekitar tahun 1969.

Soal status kewarganegaraan 20 ABK kapal, Susi bilang, 16 ABK adalah warga negara China, tiga ABK warga negara India, dan dua ABK lainnya warga negara Malaysia.

"Lima orang sedang kami amankan di Tarempa dan lima belas lagi di Jemaja," kata Susi. (*)

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help