Tentara Sedang Shalat Ditembaki 10 Orang Bersenjata yang Masuk ke Kompleks Militer di Balkh

Akibat serangan itu, ada tak kurang dari 100 personel militer yang menjadi korban, baik tewas maupun terluka

Tentara Sedang Shalat Ditembaki 10 Orang Bersenjata yang Masuk ke Kompleks Militer di Balkh
map
Wilayah Balkh di Afganistan 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KABUL - Sekelompok orang bersenjata yang mengenakan seragam tentara menyerbu sebuah komplek militer di Provinsi Balkh, Afganistan.

Akibat serangan itu, ada tak kurang dari 100 personel militer yang menjadi korban, baik tewas maupun terluka.

Daulat Waziri, Juru bicara Kementerian Pertahanan Afganistan, Sabtu (22/4/2017) mengatakan, serangan terjadi pada Jumat kemarin di kompleks Korps Angkatan Darat ke-209 di Afganistan.

Akibatnya, ada pululah personel tentara yang tewas dan puluhan lainnya terluka.

Baca: Pesawat Tempur AS Jatuh di Laut Sulawesi. Pilot Selamat Berkat Kursi Pelontar

Baca: Detik-detik Kapal Feri Hilang Kendali dan Tabrak Dermaga Pelabuhan

Baca: Pria Ini Ditemukan Tewas di Kamar Hotel. Kondom dalam Kondisi Terpasang

Seperti diberitakan Associated Press, orang-orang bersenjata masuk ke dalam kompleks tersebut dengan mengendarai kendaraan militer.

Tak lama berselang, mereka lalu mulai menembaki para tentara yang sedang menunaikan ibadah shalat di sebuah masjid di dalam kompleks itu.

Waziri mengatakan, ada 10 orang pelaku serangan. Dua orang melakukan serangan bunuh diri, dan delapan lainnya terbunuh dalam baku tembak.

Baca: Lagi Ngobrol di Ruang Tamu, Keluarga Ini Disambar Petir

Baca: Ahok-Djarot Kalah, PPP Salahkan Lulung

Sementara itu, Jurubicara Taliban Zabihullah Mujahid mengaku kelompoknya yang telah melakukan serangan itu. Klaim tersebut disampaikan kepada media melalui surat elektronik.

Kompleks militer yang menjadi sasaran serangan itu berada di Distrik Dihdadi, Provinsi Balkh.

Tempat itu merupakan satu dari tujuh kesatuan di jajaran kementerian pertahanan yang bertanggungjawab atas keamanan di wilayah utara Afganistan.(*)

Editor: nandarson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help