Biaya Pompong Anak Sekolah Anambas Dibebankan Separuh pada Siswa. Dana BOS Susut?

Biaya transportasi anak sekolah di Siantan, sudah dua tahun terakhir ditanggung oleh orangtua murid. Padahal Dulu ditanggung BOS dari APBN

Biaya Pompong Anak Sekolah Anambas Dibebankan Separuh pada Siswa. Dana BOS Susut?
tribunnews batam/thomm
Gubernur Kepri H Nurdin Basirun menghentikan kapal yang mengangkut anak-anak sekolah di Perairan Senayang, beberapa waktu lalu. 

Laporan Tribunnews Batam, Septyan Mulia Rohman

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS - Biaya transportasi anak sekolah di Siantan, sudah dua tahun terakhir ditanggung oleh orangtua murid.

Suniati, Warga Desa Teluk Sunting Kecamatan Siantan Tengah, misalnya, per bulan harus mengeluarkan biaya hingga Rp 125 ribu untuk anaknya yang sekolah di SMK Desa Air Asuk.

Sedangkan untuk siswa SMP harus mengeluarkan Rp 75 ribu per bulan.

"Bayarnya 50 persen. Separuhnya lagi dibayar oleh pemerintah. Sebelumnya biaya ini ditanggung dana BOS dari pusat,” ujarnya, Selasa (25/4/2017).

Ia sendiri tidak tahu, kenapa tiba-tiba bantuan dari dana BOS itu berkurang separuh.

Biaya yang dikeluarkan itu sangat memberatkan orangtua siswa, terlebih dengan kondisi perekonomian masyarakat yang tengah lesu.

"Terasa betul, Bang. Apalagi kondisi ekonomi seperti ini. Harapan kami, mudah-mudahan transportasi anak sekolah ini kembali ditanggung pemerintah secara utuhlah," ungkapnya.

Tak hanya orangtua, ternyata pemilik pompong yang biasa mengantar jemput pelajar dan guru ini juga mengeluh.

Soalnya, ongkos antarjemput dari Pemkab Anambas juga tidak lancar.

“Ongkosnya dibayar 10 bulan sekali. Lama sekali cairnya,“ kata pemilik pompong.

Padahal, pemilik pompong membutuhkan BBM setiap hari. Belum lagi biasya perawatan dan kebutuhan keluarga.

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved