BREAKINGNEWS. Polres Anambas Bekuk Predator Anak, Korbannya Enam Orang

Setelah mendapat laporan dari korban, kami menyebar anggota di pelabuhan dan mengintai tersangka, sampai akhirnya tertangkap

BREAKINGNEWS. Polres Anambas Bekuk Predator Anak, Korbannya Enam Orang
Tribun Batam/Septyan Mulya Rohman
Kapolres Anambas AKBP Junoto Rabu (26/4/2017), mengekspose penangkapan seorang pria predator anak di Anambas. Korban pria ini sudah enam anak 

Laporan Tribunnews Batam, Septyan Mulia Rohman

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS - RR (32) tertunduk lesu saat di Polres Anambas, Rabu (26/4/2017).

Mengenakan pakaian tahanan berwarna merah dan penutup kepala, pria yang bekerja serabutan ini terlihat menuruti perintah anggota polisi yang mengawalnya.

Laporan Polisi tanggal 21 April 2017 ke Polsek Siantan, menjadi dasar penyidik Reskrim Polres Anambas menciduknya di Pasir Merah.

Pria ini tergolong predator anak yang berbahaya karena telah mencabuli enam anak laki-laki di bawah umur.

Parahnya lagi, RR diduga mengidap Penyakit Menular Seksual (PMS).

"Tersangka tertangkap tanggal 24 April di Pasir Merah, Kecamatan Siantan. Setelah mendapat laporan dari korban, kami menyebar anggota di pelabuhan dan mengintai tersangka, sampai akhirnya tertangkap,“ ujar Kapolres Anambas AKBP Junoto Rabu (26/4/2017).

Dari keterangan kepada penyidik, korban berinisial Rv (14) dipaksa untuk melayani nafsu tersangka sekitar dua bulan lamanya, terhitung sejak bulan Maret 2017.

Aksi terkahir dilakukan di sebuah kamar yang berlokasi di Ahmad Yani Desa Tarempa Barat Kecamatan Siantan, Minggu (9/4/2017), sekitar pukul 03:00 WIB.

Rv ternyata bukan korban pertama. Dari data sementara, terdapat lima anak di bawah umur berjenis kelamin laki-laki yang diduga menjadi korban pencabulan.

"Sementara masih (enam orang,red) ini. Ini pun masih dikembangkan lagi, apakah ada korban lagi atau tidak. Modus yang dilancarkan dengan iming-iming minuman, uang dan hadiah. Korban pun masih pelajar," bebernya.

RR dijerat pasal 82 ayat 1 juncto pasal 76 e UU RI nomor 35 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan hukuman penjara paling singkat lima tahun serta maksimal 15 tahun dan denda sebanyak Rp 5 miliar.

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help