BATAM TERKINI

MIRIS. Terpaksa Pinjam Koperasi untuk Bayar Tagihan Listrik

Kenaikan tarif listrik yang cukup tinggi masih saja mengagetkan warga yang akan membayar tagihan.

MIRIS. Terpaksa Pinjam Koperasi untuk Bayar Tagihan Listrik
Istimewa
Ilustrasi pembangkit listrik 

BATAM TRIBUNNEWS.COM BATAM - Terpaksa harus minjam ke koperasi, untuk membayar listrik, karena uang tidak cukup.

Inilah ungkapan Ahmadi, warga Kavling Melati Sagulung, mengenai kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL), yang disetujui oleh Gubernur Kepri melalui peraturan Gubernur (Pergub) nomor 21 tahun 2017.

"Bulan April 2017 ini, mungkin orangtua yang punya anak sekolah sudah tahulah, harus membayar uang sekolah dan biaya-biaya lainnya. Sementara, uang listrik yang biasanya sudah kita sisihkan tidak cukup, jadi mau tidak mau harus pinjam kepada koperasi dari pada di denda," kata Ahmadi.

Ahmadi mengatakan, selama ini pemakaian listrik di rumahnya paling mahal dia bayar hanya Rp 150 ribu.

"Kemarin itu saat saya bayar listrik di kantor pos saya kaget, biaya tagihan saya Rp 270 ribu. Kagetlah saya tidak jadi bayar saat ini," kata Ahmadi.

Ahmadi mengatakan esok harinya dirinya pergi ke Sp Plaza ke kantor cabang Bright PLN.

"Saya awalnya tidak percaya, karena selama ini paling mahal listrik saya itu hanya Rp 150 an ribu. Ini kenaikan luar biasa. Ternyata di kantor Bright PLN cabang Sp plaza sama saja, katanya tarif listrik naik, "kata Ahmadi.

Ahmadi mengatakan, dirinya harus ulang mencari pinjaman, untuk menutupi tagihan listriknya.

"Mau tidak mau harus pinjamlah ke koperasi dengan bunga 15 persen, daripada di denda. Ya terpaksalah,"kata Ahmadi.

Di tempat terpisah Sarma, warga lainnya mengatakan dirinya harus menguras tabungannya hanya untuk membayar listrik.

"Memang bulan April ini pengeluaran sangat banyak, terlebih biaya anak sekolah, karena mereka mau ujian jadi semua biaya harus dilunasi, inilagi listrik naik, kalau gaji saja mana cukup," kata Sarma.

Sarma mengatakan, biasanya tagihan listriknya hanya Rp 320 ribu per bulan.

"Kemarin itu saya bayar tagihan listrik hampir Rp 600 ribu, kebetulan di rumah kami pakai tiga unit AC," kata Sarma. (*)

Penulis: Ian Pertanian
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved