Xiaomi Berencana Jual Rice Cooker sampai Air Purifier di Indonesia

Aneka perangkat tersebut rencananya akan segera dijual pabrikan gadget asal China tersebut di Jakarta.

Xiaomi Berencana Jual Rice Cooker sampai Air Purifier di Indonesia
Kompas.com
Penanak nasi pintar bikinan Xiaomi 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM - Selain smartphone seri Redmi dan Mi yang beken, Xiaomi juga menjual produk-produk lain mulai dari penanak nasi pintar hingga air purifier.

Aneka perangkat tersebut rencananya akan segera dijual pabrikan gadget asal China tersebut di Jakarta.

Hal itu diungkapkan oleh pihak Xiaomi dan Erajaya dalam pengumuman kerja sama paket bundling dengan Telkomsel di Jakarta, Rabu (26/4/2017).

CEO Erajaya Group Hasan Aulia mengatakan pihaknya akan menjual produk-produk lain bikinan Xiaomi di luar "basic ecosystem" (aksesori, seperti powerbank dan handsfree).

Perangkat-perangakt baru ini tercakup dalam kategori besar Internet of Things (IoT) yang terhubung ke internet.

"Kami akan memasarkan produk seperti wearable device, air purifier, dan perangkat-perangkat smarthome. Semua yang menyangkut internet product," ujar Hasan seusai acara.

Hasan mengaku belum bisa memastikan kapan produk-produk Xiaomi itu akan mulai dijual di Indonesia karena pihaknya masih mengurus sertifikasi yang diperlukan.

Namun, dia memberi perkiraan waktu pemasaran perdana dalam dua hingga tiga bulan ke depan. Belum dipastikan juga perangkat apa saja yang akan dijual.

Dalam kesempatan yang sama, General Manager Xiaomi for South East Asia and South Pacific Steven Shi menjelaskan bahwa Xiaomi memiliki tiga pilar produk, yakni smartphone, produk-produk ekosistem, dan layanan internet.

"Kalau Mi Roaming yang baru-baru ini meluncur, masuk kategori internet services. Sementara, produk, seperti air purifier dan TV pintar tergolong dalam perangkat ekosistem, " kata Shi.

Shi mengaku optimis aneka produk IoT Xiaomi akan diminati konsumen Indonesia. Soal infrastruktur internet, menurut dia, bukan kendala karena perangkat-perangkat itu hanya menggunakan bandwidth kecil.

"Jadi, yang dibutuhkan hanya konektivitas saja. Apalagi, 50 persen populasi Indonesia sudah terhubung ke internet. Mereka ini memiliki keinginan untuk memakai inovasi-inovasi digital terbaru," pungkasnya.

(oik yusuf/kompas.com)

Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help