TribunBatam/

Baru Disalurkan 3,11 Persen, Kemenag Harus Kebut Penyaluran KIP

Kementerian Agama harus mengebut pendistribusian Kartu Indonesia Pintar (KIP) ke seluruh tingkat sekolah Islam di tanah air.

Baru Disalurkan 3,11 Persen, Kemenag Harus Kebut Penyaluran KIP
KONTAN
Ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Agama harus mengebut pendistribusian Kartu Indonesia Pintar (KIP) ke seluruh tingkat sekolah Islam di tanah air. Pasalnya, pendistribusian KIP pada empat bulan pertama di tahun 2017 masih rendah.

KIP bagi para siswa madrasah yang telah disalurkan sampai 21 April 2017, melalui Direktorat Jendral Pendidikan Islam sebesar Rp 32,71 miliar.

"Penyaluran sebanyak Rp 32 miliar lebih ini baru 3,11% dari total anggaran PIP (Program Indonesia Pintar) Kemenag tahun 2017 yang mencapai lebih dari Rp 1 triliun," kata Sesditjen Pendidikan Islam Isom Yusqi dalam keterangan tertulis di Laman Kemenag, Kamis (27/4/2017).

Tahun ini, kata Isom, Kemenag telah menganggarkan pencetakan 1,5 juta lebih KIP untuk siswa madrasah. Jumlah itu terdiri dari 684.490 kartu untuk siswa MI (Madrasah Ibtidaiyah), 589.936 kartu untuk siswa MTs (Madrasah Tsanawiyah), dan 301.985 kartu untuk siswa MA (Madrasah Aliyah) dengan total dana yang disalurkan sekitar Rp 1,052 triliun.

Sampai dengan 21 April 2017, kartu yang sudah dicetak sebanyak 83.748 KIP. Jumlah itu sudah didistribusikan untuk MI sebanyak 15.652 kartu dengan total dana yang disalurkan berkisar Rp 3,5 miliar. Sedangkan untuk siswa MTs, sebanyak 38.870 KIP untuk penyaluran anggaran lebih dari Rp 14 miliar.

"Adapun sisanya, sebanyak 29.226 KIP, didistribuskan kapada siswa MA dengan nilai anggaran Rp 14,6 miliar," papar Isom.

Pada tahun anggaran 2016, Kemenag telah mencetak KIP bagi 1.377.253 siswa madrasah dan telah didistribusikan ke 34 Kantor Wilayah Kementerian AgamaProvinsi di tanah air. Namun, pendistribusian kartu itu belum bisa 100%. Adapun dana yang dapat disalurkan sebanyak Rp 908,84 miliar atau 96,71% dari target anggaran yang mencapai Rp 939,78 miliar. (*)

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help