Kisah Guru SD di Jombang yang Harus Lewati Bukit, Sawah, dan Seberangi Sungai untuk Mengajar

Dalam perjalanan, Agus rajin mengingatkan teman-temannya untuk menghindari rerumputan di pinggir jalan setapak

Kisah Guru SD di Jombang yang Harus Lewati Bukit, Sawah, dan Seberangi Sungai untuk Mengajar
KOMPAS/Bahana Patria Gupta
Guru SD Negeri Pojokklitih 3, Kecamatan Plandaan, Jombang, (dari kiri ke kanan) Sucipto, Laila Maulida, Trisno, dan Nurmala Sari, menyeberangi sungai untuk mengajar, Kamis (23/3/2017). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JOMBANG - Kabut dari perbukitan belum sepenuhnya hilang.

Satu per satu guru SD Negeri Pojokklitih 3, Kecamatan Plandaan, Jombang, tiba di sebuah rumah warga di pinggir desa, Kamis (23/3/2017).

Tak lama, enam guru bersiap menuju tempat mengajar. Jaraknya memang hanya 3,5 kilometer.

Namun, mereka harus melewati bukit, pematang sawah, kebun, dan tiga kali menyeberang sungai selebar 20 meter.

Hal itu dilakukan agar 17 murid mereka bisa mendapat pendidikan.

Warga setempat menyebut sungai yang mereka seberangi sebagai Kali Beng.

Beng diambil dari bahasa Jawa mubeng yang artinya berputar.

Sungai musiman itu hanya dialiri air saat musim hujan.

Di musim kemarau, guru-guru bisa melintasi dengan sepeda motor.

Baca: BREAKINGNEWS. Kerahkan Alat Berat, Aparat Gusur Ruli Jalan Marina. Ini Videonya

Halaman
123
Editor: nandarson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help