BATAM TERKINI

Ada 1,3 Juta Warga Batam Bisa Terganggu Kebijakan Listrik, Pemprov Banyak Cari Masukan

Pemerintah Provinsi Kepri terus menerima masukan-masukan dari masyarakat, dan perwakilan Pemko Batam.

Ada 1,3 Juta Warga Batam Bisa Terganggu Kebijakan Listrik, Pemprov Banyak Cari Masukan
Tribun Batam/Argianto DA Nugroho
Suasana rapat koordinasi membahas kenaikan tarif listrik Batam yang dipimpin Gubernur Kepri Nurdin Basirun di Graha Kepri, Jumat (21/4/2017). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Pembahasan soal tarif listrik Batam kembali digelar di Graha Kepri, Jumat (28/4/2017).

Menghadirkan perwakilan Bright PLN Batam, Pemerintah Provinsi Kepri, Pemerintah Kota Batam, dan Aliansi Masyarakat Peduli Listrik (AMPLi) Batam.

Sama seperti pertemuan dengan masyarakat sebelumnya, Pemerintah Provinsi Kepri yang dalam hal ini diserahkan kepada Dinas Pertambangan Energi hanya menerima masukan-masukan dari masyarakat, dan perwakilan Pemko Batam.

Termasuk melakukan sosialisasi terkait kronologis terbitnya Peraturan Gubernur Kepri Nomor 21 tahun 2017.

Pertemuan itu belum sampai pada pengambilan keputusan. Untuk itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Kepri, Syamsul Bahrum yang hadir siang itu, menyarankan agar dilakukan rapat internal.

Rapat itu melibatkan Pemprov Kepri, Pemko Batam dan Bright PLN Batam.

"Kalau Pemko punya pikiran dan banyak ide-ide seperti yang sudah disampaikan tadi soal listrik, kita buat undangan khusus. Bicara di depan gubernur, wali kota, PLN. Sampaikan juga ide tadi secara tertulis," kata Syamsul.

Dia juga menekankan, agar pembahasan soal listrik Batam jangan sampai keluar dari konteks kelistrikan sendiri. Lantaran dikhawatirkan dapat mengganggu stabilitas ekonomi di Batam.

"Penting, jangan sampai keluar konteks kelistrikan. Tolong jaga stabilitas ini. Ada 1,3 juta rakyat di Batam yang bisa terganggu karena implikasi listrik," ujar dia sebelum pertemuan tersebut berakhir.

Syamsul juga mengingatkan, apapun keputusan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun soal listrik nantinya, semua itu tak lepas dari risiko. Namun dia berharap semua pihak bisa menghargainya.

Halaman
12
Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved