BATAM TERKINI

BJ Habibi: Agar Maju, SDM di Batam Butuh Tiga Hal Ini

Momen diskusi bersama BJ Habibie dimanfaatkan oleh para pengusaha untuk berkeluh kesah. Lantas, apa jawaban Habibi?

BJ Habibi: Agar Maju, SDM di Batam Butuh Tiga Hal Ini
TRIBUNNEWS.COM/JEPRIMA
Presiden Republik Indonesia ke 3, Bacharuddin Jusuf Habibie 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Momen diskusi bersama BJ Habibie dimanfaatkan oleh para pengusaha untuk berkeluh kesah.

Beberapa pengusaha dari berbagai bidang pun saling memaparkan kondisi usaha di bidangnya tersebut. Mulai dari pelaku UMKM, pengusaha pelayaran, pengusaha galangan kapal, dan lainnya.

"Mungkin penataan yang awalnya Batam, UMKM ini tidak ada di master plan, tapi seiring waktu kami juga berkembang di sini pak. Dengan perkembangan sedemikian rupa ini, kami berharap juga ada revitalisasi pasar, supaya UMKM bisa berusaha dengan nyaman," ujar seorang wanita mewakili pelaku UMKM.

Lain pelaku UMKM, lain pula keluhan pengusaha pelayaran.‎ Perwakilan pengusaha pelayaran, Osman Hasim, ‎mengatakan, saat ini pembangunan Batam dilakukan tanpa perencanaan strategis lagi. Melainkan dengan jalan sendiri-sendiri.

"Saat ini sudah 200 ribu orang di PHK yang bekerja di bidang ini. Itu sekitar 20 persen. Kalau Batam nggak diselamatkan, ini bakal seperti bom waktu.‎ Investor eksisting dibiarkan dengan masalahnya sendiri-sendiri, belum lagi kebijakan yang tidak pro investasi. Dan kenaikan tarif-tarif yang semakin memperburuk kondisi ekonomi," tutur Osman.

Hal senada pun ikut diaminkan oleh perwakilan pengusaha galangan kapal, Edi, bahwa saat ini dari data sementara sekitar 15-20 ribu saja pekerja yang masih aktif di galangan kapal.

‎"Menjelang Idul Fitri, PHK akan semakin bertambah. Kami mohonlah Pak, kebijakan pusat yang memperberat asosiasi kapal ini bisa direvisi. Kalau secara skill, Batam ini siap pak. Tapi order yang tidak ada. Rata-rata lari ke Jawa," ucap Edi.

Sementara itu, BJ Habibie, yang mendengarkan satu persatu permasalahan tersebut mengatakan bahwa keluhan itu terjadi hampir di seluruh daerah di Indonesia.

"Yang dikeluhkan ini mungkin bukan cuma masalah di Batam saja, tapi seluruh Indonesia. Itu wajar. Hal-hal yang biasa dikeluhkan. ‎Karena tiap masyarakat punya hak untuk itu, dan untuk meningkatkan kualitas hidupnya," ujar Habibie.

Menurut Habibie, untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Batam, dibutuhkan sumber daya manusia yang punya daya saing kuat.

"Daya saing kuat itu harus dengan tiga elemen, yaitu budaya, agama, dan penguasaan ilmu. ‎Tapi supaya kualitas itu merata, kita sepakat juga tidak membedakan SARA. Yang berbeda hanya political willnya," ucap Habibie. (*)

Penulis: Anne Maria
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help