Hari Buruh, Ratusan Jomblowati Gelar Unjukrasa Protes Jam Kerja, Dianggap Penyebab Susah Jodoh

Belakangan muncul isu baru yang cukup menarik, yakni makin banyak jomblo terkait jam kerja.

Hari Buruh, Ratusan Jomblowati Gelar Unjukrasa Protes Jam Kerja, Dianggap Penyebab Susah Jodoh
Instagram
Kalangan jomblo berunjuk rasa menuntut perbaikan jam kerja. Jam kerja terlalu lama dianggap penyebab makin banyak jomblo karena kekurangan waktu bergaul, mencari pasangan hidup. 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM - Umumnya demo hari buruh fokus utamanya adalah tentang perbaikan kesejahteraan.

Belakangan muncul isu baru yang cukup menarik, yakni makin banyak jomblo terkait jam kerja.

Jam kerja yang terlalu lama dianggap sebagai biang keladi kalangan buruh (karyawan) kelamaan berkutat di tempat kerja, sehingga tak sempat bersosialisasi.

Sampai-sampai untuk mencari jodoh atau pasangan hidup saja tak sempat.

Mereka yang coba naksir dan mau mendekat pun jadi enggan karena yang mau didekati tampak serius banget dengan pekerjaannya. 

Apalagi di perkotaan, berangkat pagi, pulang larut malam, atau ketemu pagi lagi kadang-kadang sudah dianggap biasa bin lumrah.

Tanpa sadar, waktu berjalan begitu cepat.

Tahu-tahu usia semakin bertambah dan melewati 'deadline' umur untuk segera menikah.

Karena itu, di media sosial didengungkan suara-suara dan aspirasi agar perusahaan memperbaiki sistem jam kerja.

Perusahaan diminta memerhatikan kebutuhan buruh untuk bergaul, bersosialisasi dengan lawan jenis.

Mereka tak ingin lupa menikah karena dibelit jam kerja yang tak manusiawi.

Editor: Rio Batubara
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help