TribunBatam/

Operasi Sapu Bersih Pungli

BREAKINGNEWS: Kasus Pungli KSOP Tanjungpinang, Polres Tetapkan 3 Tersangka. Ini Detailnya!

Kasus pungli KSOP di Pelabuhan Sri Bintan Pura, Polres Tanjungpinang tetapkan 3 tersangka. Ini perannya!

BREAKINGNEWS: Kasus Pungli KSOP Tanjungpinang, Polres Tetapkan 3 Tersangka. Ini Detailnya!
Ilustrasi. Tim Saber Pungli Polres Tanjungpinang memperlihatkan barang bukti OTT pungli yang dilakukan petugas KSOP di Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang, Senin (1/5/2017) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG- Polres Tanjungpinang ekspos kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) KSOP kelas II Tanjungpinang. Kapolres didampingi Kasat Reskrim dan Wakapolres memaparkan kasus tersebut dari mulai kronologi kejadian hingga pada modus pengutipan uang secara liar dari para agen perusahaan kapal yang beroperasi di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SPB) Tanjungpinang.

Baca: Heboh! Tergiur Wanita Cantik di Facebook, Polisi di Medan Ini Hilang Mobil Innova dan Senpinya!

Baca: Mengejutkan! Inilah Sifat Seseorang Berdasarkan Golongan Darahnya. Anda Yang Mana?

Baca: Edan! Sepasang Pelajar SMP Digerebek Lagi Begituan, Si Cewek Bikin Satpol Geleng-geleng Kepala!

Kasus ini bermula dari ‎informasi mayarakat kepada tim Saber Pungli adanya kutipan illegal yang dilakukan oleh oleh Syahbandar. Tim saber kemudian turun dan melakukan penyelidikan dan investigasi lapangan. Setelah lebih kurang satu bulan lamanya tim mengumpulkan informasi data di TKP, pihaknya menemukan perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh Syahbandar.

"Kurang lebih satu bulan kita penyelidikan di lokasi. Setelah bukti kuat kita terima, kita langsung melakukan operasi tangkap tangan di pelabuhan," kata Kapolres Tanjungpinang AKBP Joko Bintoro memberikan keterangan persnya kepada sejumlah wartawan di Polres Tanjungpinang, Selasa (2/5).

Saat itu tim Saber langsung menuju ke‎ Pos Syahbandar setelah dapat informasi adanya penyetoran sejumlah uang Pungli. Pihaknya langsung melakukan penggeledahan. Diruang tersebut terdapat amplop, buku Jurnal, Buku tabungan, dokumen dan Lapotop. Selain itu juga terdapat uang 2,6 juta yang diselipkan di meja.

‎Diceritakan Kapolres, tim langsung membawa 5 orang dua diantaranya agen kapal dan 3 petugas Syahbandar termasuk Kepala Pos Syahbandar. Mereka langsung dibawa ke Polres Tanjungpinang untuk dilakukan pengembangan. Penyidik pun langsung menetapkan tersangka pihak Syahbadar berinisial HS.

"Sebelumnya kita menetapkan satu tersangka berinisial HS. setelah kita kembangkan lebih jauh, ‎kini semua tersangka ada 3. Dua yang lainya HP dan SY," ujar Kapolres lagi.

Tiga tersangka tersebut diantaranya bernama lengkap Herbert‎ Simamora staf syahbandar, Heri Priawan staf syahbandar dan kepala Pos syah bandar Sutoyo. Memiliki bukti kuat yang menerima dan melakukan pungutan, dua tersangka lainya langsung ditetapkan kurang dari 24 jam.

Modus yang dilakukan paraa tersangka yakni meminta sejumlah uang kepada agen kapal melalui operator kapal. Tujuanya yakni agar kapal dapat berlayar tanpa dipersulit pemberangkatanya. Selain itu, agen kapal yang ikut bermain yakni dengan memanfaat kapasitas penumpang.

"Syahbandar minta jatah kalau tidak besok-besoknya dipersulit pemberangkatanya. Ada juga kapal yang over kapasitas yang tidak seseuai manivest bisa berangkat setelah memberikan sejumlah uang," ungkapnya. (*)

Berita Terkait Baca Harian Tribun Batam Edisi Rabu (3/5/2017)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help