TribunBatam/

Heboh! Beredar Kabar Pejabat Anambas Dipanggil Mabes Polri soal Kasus Ini!

Heboh! Beredar kabar sejumlah pejabat Anambas dipanggil Mabes Polri terkait kasus ini. Benarkah?

Heboh! Beredar Kabar Pejabat Anambas Dipanggil Mabes Polri soal Kasus Ini!
Istimewa
Ilustrasi

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS-Sejumlah pejabat Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas dipanggil oleh pihak kepolisian.

Belum diketahui pasti perihal pemanggilan sejumlah pejabat pada level eselon tersebut, namun dari informasi yang berhasil dihimpun pemanggilan tersebut terkait proses perizinan Kartika Jemaja Jaya (KJJ).

Baca: Mengejutkan! Inilah Sifat Seseorang Berdasarkan Golongan Darahnya. Anda Yang Mana?

Baca: Edan! Sepasang Pelajar SMP Digerebek Lagi Begituan, Si Cewek Bikin Satpol Geleng-geleng Kepala!

Kepala Bagian Hukum Setdakab Anambas Sudharto yang dikonfirmasi tidak mengelak adanya pemanggilan tersebut. Meski kurang mengetahui secara persis kapan surat itu masuk serta siapa siapa saja yang dipanggil, namun surat pemanggilan yang dikeluarkan oleh Polda Kepri itu dibatalkan.

"Memang benar ada, tapi ‎dibatalkan. Ada lima orang memang. Saya kurang tahu persis kenapa dibatalkan, namun informasinya yang berwenang mengeluarkan itu dari Mabes Polri. Secara teknis, saya kurang tahu, namun lebih kurang terkait KJJ," ujarnya saat dihubungi Selasa (2/5/2017).

Sudarto yang tengah berada di Tanjungpinang itu pun, belum mengetahui informasi ketika disinggung adanya surat pemanggilan sebagai saksi terhadap pejabat Anambas oleh Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Mabes Polri.

Dari surat panggilan bernomor 5/Pgl/896/IV/2017/Dittipidum serta ditandatangani oleh Kasubdit V Jatanwil Kombes Pol Dwi Irianto, pemanggilan sebagai saksi pada Selasa (2/5) di Polda Kepri hari ini menindaklanjuti laporan dari Mohamad Abdul Rahman. Pejabat Anambas pun dimintai keterangan terkait dugaan tindak pidana penyalahgunaan wewenang terkait pembatalan izin investasi PT. KJJ di Jemaja.

‎"Belum dapat informasi mengenai (surat yang dikeluarkan Mabes itu,red). Kalau pun ada, pasti surat itu ke saya," ungkapnya. Dari informasi yang berhasil dihimpun, selain memanggil pejabat di Anambas, penyidik dari kepolisian diketahui juga memanggil sejumlah pejabat Pemkab Natuna.(*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help