BATAM TERKINI

Bukan Dialihkan Pihak Ketiga, Ternyata Karena Alasan Ini Pemko Tak Bisa Kelola Melur

Wali Kota Batam, Rudi sempat angkat bicara soal permasalahan yang terjadi di Pantai Melur.

Bukan Dialihkan Pihak Ketiga, Ternyata Karena Alasan Ini Pemko Tak Bisa Kelola Melur
TRIBUNBATAM/IAN PERTANIAN
Wali Kota Batam, Rudi SE 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Wali Kota Batam, Rudi sempat angkat bicara soal permasalahan yang terjadi di Pantai Melur.

Dikatakan dia, dahulunya ada peminjaman pemakaian aset di sana.

"Pantai Melur itu, cerita lama. Itu yang bangun kita, Dinas Pariwisata," kata Rudi, beberapa waktu lalu di Batam Center.

Namun pada 2014 atau 2015 lalu, ada masyarakat yang membawa surat tanah atas Pantai Melur, dan mengklaim kepemilikan pantai tersebut. Itu terjadi pada zaman kepemimpinan Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan.

Dalam hal ini, Pemko Batam membantah telah menyerahkan pengelolaan kawasan Pantai Melur kepada pihak ketiga.

"Ada yang mengklaim itu punya dia, kita kan tidak bisa apa-apa. Itu bukan aset kita," ujar dia.

Baca: Robert: Harusnya Pemko Lapor ke Kami, Tak Bisa Kelola Karena Apa

Baca: Aset di Pantai Melur Rata dengan Tanah, BP Batam Bakal Lapor Polisi

Baca: BP Batam Bakal Ambilalih Pengelolaan Pantai Melur. Ini Alasannya

Sepengetahuan Rudi, lahan di Relang memang berstatus quo. Surat-surat tanah yang diakui di sana pun, berdasarkan surat dari Menteri Dalam Negeri dan surat dari Wali Kota Batam saat itu, Nyat Kadir, merupakan surat tanah yang terbit pada 2001 ke bawah.

Sementara di atas tahun itu, dinyatakan tidak diakui. Karena ada aturan, tidak boleh ada pejabat yang menerbitkan surat di kawasan tersebut untuk 2001 ke atas.

Namun entah bagaimana, ada surat tanah yang terbit di atas tahun 2001. Itu pula yang membuat Pemko Batam terkendala melanjutkan pengelolaan aset di Pantai Melur. Lantaran ada pihak swasta yang mengklaim kepemilikan lahan di sana.

"Nyatanya di lapangan ada surat tanah itu. Ada sengketa antara Pemko dan pemilik tanah. Makanya diserahkan ke BP," kata Rudi.

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help