Inspirasi

Melihat Dua Murid Gendong Adiknya di Kelas, Guru Rosidah Terharu. Ini Kisahnya!

Sekolah sembari gendong adiknya di kelas, sikap Boisman Gori bikin gurunya terharu. Ini kisahnya!

Melihat Dua Murid Gendong Adiknya di Kelas, Guru Rosidah Terharu. Ini Kisahnya!
TRIBUN MEDAN/JEFRI SUSETIO
Boisman Gori, siswa kelas V SD Puncak Lolomatua, Ulonoyo, Kabupaten Nias Selatan, kerap membawa menggendong adiknya ke sekolah, sementara orangtuanya menyadap karet atau pergi ke pasar 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, MEDAN-Boisman Gori masih cukup belia, acapkali masuk ke kelas ia menggendong adiknya. Sesekali ia menciumi kepala si adik agar tak rewel.

Baca: Edan! Sepasang Pelajar SMP Digerebek Lagi Begituan, Si Cewek Bikin Satpol Geleng-geleng Kepala!

Baca: Ngeri! Sebelum Bunuh Dan Rampas Perhiasan Korban, Pelaku Sempat Tiduri Korban di Mobil!

Baca: Bisakah Berhubungan Seks di Luar Angkasa? Beginikah Astronaut Penuhi Kebutuhan Seksnya?

Baca: Sekali Begituan Tarifnya Rp 1,2 Juta, Begini Servis Ranjang Siswi SMA dan Mama Mudanya!

Baru duduk di kelas lima sekolah dasar, Gori tinggal di Puncak Lolomatua, dataran tertinggi di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara.

Keseharian Gori begitu menyentuh Indri Rosidah. Alumnus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang sedang mengikuti program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM3T) ini tak menyangka perjuangan bocah di pelosok seperti Gori.

"Saat saya mengajar, dia (Gori) selalu memeluk dan mencium kepala adiknya,” cerita Rosidah kepada www.tribun-medan.com, Selasa (2/5/2017).

Awal kali menginjakkan kaki untuk mengajar di Puncak Lolomatua, perempuan asal Bandung ini terharu, menemukan Gori-Gori lainnya.

Di antara muridnya ada Latina Ndruru. Bocah perempuan ini juga kerap membawa adik bungsunya ke sekolah. Latina anak ketiga dari tujuh bersaudara, kehidupan orangtuanya cukup memperihatinkan.

“Lantai rumah orangtuanya Latina masih tanah. Artinya, tidak gunakan semen sebagaimana rumah kebanyakan orang. Kemudian dinding rumahnya masih tepas, beratap rumbia dan rumah mereka paling dekat dengan sekolah ini,” kata Rosidah.

Dibandingkan Latina, rumah Gori lebik bagus, berlantai semen dan beratap seng. Gori dan Latina membawa adik mereka ke sekolah bila kedua orangtua mereka ke ladang untuk menyadap getah ataupun pergi ke pasar.

"Anaknya penuh kesadaran, dan tabah hidup dalam keadaan serba kekurangan. Saya terkesima melihat kondisi siswa-siswi di sini,” ia menambahkan. (TribunMedan)

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help