Operasi Sapu Bersih Pungli

Akan Ada Tersangka Baru OTT Pungli Syahbandar di Tanjungpinang

Tidak menutup kemungkinan penambahan tersangka lagi. Kita sedang fokus melakukan pemeriksaan dan pengembangan kasus ini

Akan Ada Tersangka Baru OTT Pungli Syahbandar di Tanjungpinang
Tim Saber Pungli Polres Tanjungpinang memperlihatkan barang bukti OTT pungli yang dilakukan petugas KSOP di Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang, Senin (1/5/2017). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM.TANJUNGPINANG- Kepala KSOP kelas II Tanjungpinang akan segera dipanggil penyidik Polres Tanjungpinang terkait pengembangan kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) di pelabuhan.

Hal itu dilakukan untuk mencari para pelaku lain dalam dugaan pungli kepada sejumlah kapal feri yang beroperasi di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP).

"Secepatnya akan kita panggil kepala dan sejumlah pegawai di KSOP untuk mengembangkan kasus ini," kata Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Andri Kurniawan ketika dikonfirmasi dikantornya, Kamis (4/5/2017).

Para agen kapal yang beroperasi di pelabuhan tersebut juga akan diperiksa penyidik.

Para agen selama ini selaku pihak yang memberikan setoran rutin kepada syahbandar.

"Tidak menutup kemungkinan penambahan tersangka lagi. Kita sedang fokus melakukan pemeriksaan dan pengembangan kasus ini," tambahnya.

Pihaknya juga telah memulai pemeriksaan saksi-saksi secara bertahap.

Dipastikan akan ada banyak saksi yang akan dipanggil.

Terkait siapa tersangka baru itu, Andri masih melengkapi pemeriksaan.

Seperti diketahui sebelumnya, Polres menetapkan tiga tersangka OTT KSOP di Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang, Senin (1/5/2017) lalu.

Tiga orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka adalah kepala pos syahbandar SBP Sutoyo dan dua stafnya, Herbert Simamora dan Heri Priawan.

Modus pungli di pelabuhan ini, syahbandar meminta kepada sejumlah agen operator kapal untuk membayar upeti setiap trip kapal yang hendak berangkat.

Sistem setoran ada yang per trip, tetapi ada juga yang bersifat bulanan.

Pungli syahbandar ini nilainya mencapai puluhan juta rupiah per bulan dan uang itu kemudian dibagi-bagi.

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help