LUAR BIASA. Dua Kali Koma, Wanita Ini Berhasil Berkompromi dengan Kanker Payudara Stadium Lanjut

Kanker adalah penyakit yang sangat ditakuti semua orang. Namun, wanita ini terus berjuang agar bisa bertahan hidup meskipun sudah sempat dua kali koma

LUAR BIASA. Dua Kali Koma, Wanita Ini Berhasil Berkompromi dengan Kanker Payudara Stadium Lanjut
NAKITA
Sempat dua kali koma, Ela bertahan dari kanker payudara. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM - "Saya tidak pernah menduga jika kanker payudara telah menyerang. Di tengah padatnya aktivitas pekerjaan saya sebagai manager di sebuah klub, ia muncul begitu saja tanda saya sadari. Awalnya, saya pikir hanya flu biasa, masuk angin, atau kelelahan biasa.

Ternyata keluhan yang terus berulang ini merupakan tanda bahwa daya tahan tubuh saya drop yang mungkin disebabkan sel kanker yang tumbuh di payudara kiri saya. Sampai suatu ketika, saya terpaksa dirawat di rumah sakit karena kondisi tubuh yang terus drop. Lewat pemeriksaan biasa, dokter tidak menemukan hal yang aneh sehingga ia meminta saya melakukan general check up.

Ela dan Putrinya
Ela dan Putrinya (NAKITA)

Sambil dilakukan pemeriksaan, tim dokter bertanya kepada saya tentang tanda-tanda tak biasa yang pernah ditemui. Lalu saya ingat, saat haid, di kamar mandi, saya pernah memeriksa payudara saya.

Saya angkat tangan lalu memeriksa payudara dan ternyata ada benjolan kecil di payudara kiri. Dokter kemudian melakukan pemeriksaan, ternyata benar ada kanker yang tumbuh di payudara kiri. Ternyata, kanker tersebut sudah masuk stadium 3. Saya lumayan shock sebab selama ini tidak ada gejala-gejala khas yang saya rasakan. Tetapi dokter bilang belum terlambat, masih bisa dihilangkan lewat operasi.

Tak lama kemudian, di akhir tahun 2014, dokter bilang harus dilakukan biopsi untuk melihat tingkat keganasannya. Namun saya menolak, karena lebih baik langsung saja diangkat kankernya.

Setelah diangkat, tim dokter mengevaluasi apakah perlu dilakukan pengangkatan payudara atau tidak. Alhamdulillah dokter bilang akarnya sudah ikut terangkat, sehingga tidak perlu mengangkat payudara. Setelah itu saya lanjutkan pengobatan kemoterapi untuk membasmi sel-sel kanker yang masih tersisa. Alhamdulillah, kondisi terus membaik sehingga saya kembali bekerja. Tentu tidak seperti sebelumnya, kondisi tubuh saya mulai mudah drop."

Pindah ke Sebelah Kanan

"Ternyata, operasi pengangkatan kanker dan kemoterapi tak membuat saya sembuh total. Saya sering drop, terutama kalau beban pikiran sangat berat. Puncaknya adalah beberapa bulan setelah operasi, saya mengalami koma hingga sebulan lebih di rumah sakit. Meski koma cukup lama, saya hanya merasa sedang tidur seharian. Seperti setengah sadar, saya dapat mendengar orang-orang berbicara di sekeliling saya tetapi tidak mampu bangun. Entah kekuatan dari mana, mungkin doa yang tak henti dari anak dan orangtua, saya akhirnya siuman. Dokter sempat kaget, mereka bilang bahwa ini adalah keajaiban.

Mungkin belum waktunya saya dipanggil Tuhan, karena saya masih sangat dibutuhkan oleh anak dan keluarga saya. Sejak 11 tahun lalu, saya menjadi single parent yang harus menghidupi tiga orang anak juga seorang ibu. Kalau saya meninggal, lalu mereka bagaimana? Mereka adalah semangat saya untuk terus bertahan hidup. Ketika berada di rumah dan melihat anak-anak, saya bertekad semakin kuat untuk tetap sehat. Saya pasti akan menangis jikalau harus pergi meninggalkan mereka.

Dalam menjalani pengobatan kanker, saya tak bisa lengah. Lengah sedikit, ia akan kembali tumbuh. Setelah payudara kiri selesai ditangani dan dianggap sembuh, ternyata sel kanker sudah pindah ke payudara kanan. Supaya tidak menyebar dan bertambah ganas, kanker baru ini harus dioperasi dan dikemoterapi. Operasi kedua pun dilakukan dan alhamdulillah berhasil.

Halaman
12
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved