TribunBatam/

Korupsi Proyek KTP Elektronik

WOW. Fee Proyek Rp 1 Miliar Dibagikan Untuk Bayar THR Satpam

Uang yang diterima Andra tersebut kemudian diperuntukkan untuk membayar Tunjangan Hari Raya (THR) satuan pengamanan di PT LEN Industri.

WOW. Fee Proyek Rp 1 Miliar Dibagikan Untuk Bayar THR Satpam
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Tersangka kasus dugaan korupsi penerapan KTP elektronik Andi Agustinus alias Andi Narogong berjalan memasuki gedung KPK, Jakarta, Kamis (4/5/2017). KPK memeriksa Andi Narogong sebagai saksi untuk tersangka kasus memberikan keterangan palsu dalam sidang KTP elektronik Miryam S Haryani. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dalam dakwaan terdakwa Irman dan Sugiharto, mantan Direktur Keuangan PT LEN Industri Andra Agussalam dan 3 direksi PT LEN Industri lainnya, disebutkan ikut menerima bagian uang e-KTP masing-masing sebesar Rp 1 miliar.

Keempatnya telah membantah uang tersebut terkait e-KTP namun terkait dengan fungsi pemasaran.

Uang yang diterima Andra tersebut kemudian diperuntukkan untuk membayar Tunjangan Hari Raya (THR) satuan pengamanan di PT LEN Industri.

Atas pengakuan Andra, jaksa keheranan lalu bertanya kenapa uang untuk pemasaran diperuntukkan untuk THR satpam.

"Digunakan THR untuk sekuriti di kantor, dapat digunakan sesuai kebijakan perusahaan," ujar Andra.

Andra mengaku lupa berapa total yang dipakai untuk THR satpam.

Sisa dari Rp 1 miliar lainnya dipakai untuk gathering, buka bersama, dan untuk proyek-proyek LEN di luar daerah.

Jaksa lantas bertanya, kalau memang benar uang pemasaran tersebut tak terkait e-KTP, kenapa dikembalikan kepada KPK.

"Kami disuruh oleh penyidik kembalikan," jawab Andra.

Baca: Beri Pelatihan hingga Bazaar, BRI Gelar Parade UMKM di Sejumlah Kota

Halaman
1234
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help