Imigrasi Tanjungpinang Deportasi 41 WNA, Kebanyakan Kasus Pencurian Ikan

Imigrasi Tanjungpinang deportasi puluhan WNA, kebanyakan kasus pencurian ikan di perairan Kepri

Imigrasi Tanjungpinang Deportasi 41 WNA, Kebanyakan Kasus Pencurian Ikan
Tribun Batam/Argianto
Ilustrasi. Petugas menunjukkan WNA India yang diamankan karena melebih wahtu tinggal di Batam 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG- Sebanyak 41 Warga Negara Asing (WNA) sejak Januari awal tahun ini telah dikembalikan oleh Imigrasi Kelas I Tanjungpinang‎. Jumlah ini termasuk banyak untuk wilayah Tanjungpinang. Mereka merupakan WNA yang kedapatan tidak memiliki dokumen resmi.

Baca: Horor! Satu Napi Kabur dari Lapas Makassar Pemerkosa 30 Wanita. Julukannya Kolor Ijo!

Baca: Adiknya Dikeroyok Depan Hotel di Batam Ini, Sang Kakak Lapor ke Polisi. Saksi-saksi Diperiksa!

Jumlah tersebut untuk imigrasi Tanjungpinang cukup banyak. Jika dibandingkan dengan Batam tentunya masih banyak Batam. Mereka kebanyakan datang dan melakukan pelanggaran imigrasi dengan sengaja masuk wilayah perairan Kepri tanpa melewati perizinan demokrasi.

‎"Sudah 41 orang. Untuk Tanjungpinang sudah lumayan banyak lah jumlah segitu. Itu terhitung sejak bulan Januari tahun ini hingga bulan sekarang. Mereka melanggar izin tinggal dan tidak memiliki dokumen lengkap," kata Kepala Seksi (Kasi) Sarana Komunikasi Keimigrasian Kelas I Tanjungpinang, Said Noviansyah, Sabtu (6/5).

Beberapa negara asal mereka diantaranya ‎dari Tailand , Singapura Kamboja, dan Vietnam. Adapun diaantara mereka yang melakukan pekerjaan secara illegal karena tidak memiliki izin tinggal resmi.

"Masalahnya seperti ilegal fishing, Imigrasi dan Pelayaran. ‎Tapi memang yang baling dominan mereka masalah Ilegal Fhising. Karena wilayah kita ini termasuk paling diminati negara tetangga untuk memancing‎," Katanya.

Sementara, terkait dengan ke-41 WNA ini yang melakukan permasalahan hukum yang melanggar ‎Undang Undang yang berlaku di Indonesia, maka dilakukan pencekalan selama waktu yang ditentukan.

"Kia lakukan pencekalan tentunya. Pengetatan juga terus kita lakukan dengan melakukan razia di sejumlah tempat yang didapati banyak warga asing," tambahnya.(*)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved