Satlantas Tanjungpinang Curhat Besaran Denda Jadi Kendala Penerapan E-Tilang, Ini Alasannya!

Satlantas Tanjungpinang Curhat Besaran Denda Jadi Kendala Penerapan E-Tilang, Ini Alasannya

Satlantas Tanjungpinang Curhat Besaran Denda Jadi Kendala Penerapan E-Tilang, Ini Alasannya!
kompas.com
Ilustrasi e-tilang 

BATAM.TRIBUNNEWS. COM, TANJUNGPINANG- Sistem sidang tilang pengendara dengan cara Online belum berlaku. Terdapat beberapa kendala yang dialami pihak-pihak terkait untuk menerapkan sistem tersebut.‎ Seperti yang dialami Polres Tanjungpinang yang diakui masih terkendala proses penentuan jumlah biaya bagi yang dikenai denda.

Pemberlakuan E-tilang terkendala karena jumlah besaran denda yang akan ditetapkan kepada pelanggar lalu lintas belum ada keputusan dari Pengadilan Negeri Tanjungpinang. "Kita masih kordinasi dengan Pengadilan Negeri salah satunya jumlah denda," kata Kasatlantas Polres Tanjungpinang AKP Krisna Ramdhani Yowa di Polres Tanjungpinang, Minggu (7/5).

Menurutnya, yang menentukan besaran uang denda yakni pihak Hakim pengadilan Negeri Tanjungpinang. Pihknya juga telah mengajukan berapa nominal yang akan ditetapkan sebagai nilai denda.

Pemberlakuan E-tilang ini dinilai lebih efektif untuk menghindari praktek pungutan liar yang dilakukan oleh petugas Satlantas. Cara tersebut meminimalisir kemungkinan akan terjadi Pungli karena sistem pembayaran lewat bank.

Penerapan E-tilang telah dilaksanakan di sejumlah daerah seperti di Kabupaten Natuna dan Kota Batam, serta di Surabaya. Beberapa kota lainya di Indonesia pun terus melakukan persiapan penerapan E-tilang.

"Kita tentunya sesuaikan dengan kondisi masyarakatnya. Penghasilan masyarakat Tanjungpinang menentukan berapa jumlah yang akan ditetapkan," katanya.

Sambung dia, dalam menunggu keputusan dari pengadilan Satlantas Polres Tanjungpinang tidak memberikan jangka waktunya. Namun, dia menginginkan besar denda ini secepatnya keluar agar dapat diterapkan. Krisna menjelaskan untuk besaran denda pelanggaran lalu lintas mulai dari yang paling kecil hingga maksimal Rp75 ribu hingga Rp2 juta. Semakin berat pelanggarannya denda yang akan diberikan semakin tinggi. (*)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help