Heboh Pengakuan Menteri Jonan: Pasang Jaringan Gas di Rumah Orang Kaya Ribet!

Menteri ESDM Jonan memberikan pengakuan mengejutkan: Pasang jaringan gas di rumah orang kaya ribet! Ini alasannya!

Heboh Pengakuan Menteri Jonan: Pasang Jaringan Gas di Rumah Orang Kaya Ribet!
KOMPAS.com/ACHMAD FAUZI
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan saat meninjau fasilitas produksi pengolahan gas terapung atau Float‎ing Processing Unit (FPU)di Pabrikasi Saipem Karimun, Kepulauan Riau, Selasa (21/3/2017) 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA-Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengungkap penyebab proyek jaringan gas (Jargas) bumi hanya untuk masyarakat menengah ke bawah.

Baca: BREAKINGNEWS: Karyawan ATB Diduga Meninggal Tak Wajar di Rumahnya! Ada Bekas Ini di Lehernya!

Baca: Heboh Razia Diskotik! Asyik Dugem, Dua Siswi SMA Menjerit Saat Ininya Bakal Dimasukin Selang!

Sambil bercanda, Jonan mengatakan salah satunya hanya karena alasan teknis.

"Kalau untuk warga kaya, memasang pipa gasnya ribet, karena harus membongkar taman," katanya saat meresmikan sambungan pipa gas alam untuk warga rumah susun Penjaringan Surabaya, Minggu (7/5/2017).

Sementara aturan pemasangan pipa jargas harus ditanam di depan rumah warga. Menurutnya, warga kurang mampu atau warga menengah ke bawah dipastikan tidak memiliki taman.

"Kalau warga menengah ke bawah kan tidak punya taman, jadi SOP pemasangan pipanya pas," ujarnya.

Di Surabaya, kata Jonan, ada 24.000 rumah tangga yang mendapatkan proyek jargas, dengan total panjang pipa sepanjang 196 kilometer. Pemasangan jargas untuk mengurangi pengeluaran rumah tangga atas kebutuhan energi gas.

Dirjen Migas Kementerian ESDM, Gusti Nyoman Wiratmaja Puja, menjelaskan, sejak 2009 hingga 2016, sebanyak 186.000 sambungan jargas sudah terpasang di 14 provinsi.

Proyek pembangunan jargas itu diberikan pemerintah melalui BUMN PT PGN dan PT Pertamina. Sepanjang 2016, pemerintah membangun 89.000 sambungan rumah tangga di enam kota, 24.000 di antaranya di Surabaya.

Menurut Nyoman, pemanfatan jargas mengurangi impor elpiji sebesar 20.000 ton per tahun.

"Selain itu, subsidi pemerintah bisa dihemat 141 miliar rupiah per tahun," jelasnya. (*)

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help