TribunBatam/

Mustika Rasa

Prata Tampal di Warung 1D Ini Unik dan Beda, Lho! Cobain Yuk!

Selain disantap bareng kuah kari, prata kini banyak dimodifikasi dengan isian macam-macam, seperti daging, ayam, ikan, dan lainnya.

Prata Tampal di Warung 1D Ini Unik dan Beda, Lho! Cobain Yuk!
TRIBUNBATAM/ANDRIANI

SIAPA yang tidak kenal prata? Makanan khas India yang banyak dijual di Tanah Melayu ini memang terkenal lezat saat dimakan dengan kuah kari.

Selain disantap bareng kuah kari, prata kini banyak dimodifikasi dengan isian macam-macam, seperti daging, ayam, ikan, dan lainnya.

Satu di antara warung yang menjual prata dengan rasa berbeda adalah 1D yang berlokasi di depan Kampus UNIBA Batam Centre.

Menurut Wandi, pemilik warung 1D, prata yang dijualnya dibuat dari resep keluarga yang sudah turun temurun. Meskipun awalnya prata adalah makanan khas India, namun di warungnya sudah disesuaikan dengan lidah warga lokal Indonesia, khususnya Melayu Kepulauan.

Baca: UNIK. Mangkok Bakso Pakai Kelapa Muda. Rasanya? Jangan Ditanya!

Baca: Cuma Lima Langkah Untuk Sajikan Ayam Goreng Bacem Super Lezat Ini

Baca: Sui Kiaw Ayam dan Kucai Berpadu Saus Jahe

"Prata ini memang sudah disesuaikan dengan masakan khas Melayu Kepulauan Riau (Kepri). Jadi bahan-bahan yang digunakan pun berasal dari Indonesia, bukan impor," terang Wandi, belum lama ini.

Jenis prata paling spesial yang disediakan di sini adalah Prata Tampal. Kata tampal diambil dari bahasa Melayu yang berarti temple. punyai arti tempel.

Dikatakan Prata Tampal karena ada telur mata sapi yang menempel di atas prata tersebut.

"Prata Tampal itu biasanya kan telor dikocok masuk ke dalam kulit. Tetapi ini berbeda. Jadi kulit prata seperti biasa lalu ditaruh telur mata sapi di atasnya dan itu dalam keadaan lengket bukan sekadar letak saja," ungkap Wandi.

Selain Prata Tampal, ada beberapa menu prata yang menjadi favorit pembeli di warung ini, di antaranya, prata isi daging ayam, prata isi daging sapi, prata berisi ikan sarden, dan prata kosong.

Untuk kuah prata di warung 1D, sangat terasa rempah-rempahnya. Kuahnya tidak terlalu kental dan tidak terlalu encer. Warnanya percampuran antara kuning, jingga dan merah karena terpengaruh menggunakan cabai kering.

Halaman
123
Penulis: andriani
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help