BATAM TERKINI

ALAMAK. Sudah Dua Jam Antre Melamar Kerja, Monica Harus Keluar Barisan Gara-gara Ini

Setiap pencaker yang tidak lulus dari alat ukur tersebut harus keluar dari barisan, dan tidak bisa mengikuti tes selanjutnya.

ALAMAK. Sudah Dua Jam Antre Melamar Kerja, Monica Harus Keluar Barisan Gara-gara Ini
Tribun Batam/Alfandi Simamora
Para pencari kerja duduk-duduk di MPH Batamindo Mukakuning setelah berdesak-desakan memasukkan lamaran kerja, Rabu (12/4/2017). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Hanya karena kurang tinggi satu centimeter, Monica, harus keluar dari barisan antrean yang dilakukan di aula MPH Kawasan Industri Batamindo, Mukakuning, Batam, Selasa (9/5/2017).

Lowongan pekerjaan dari PT Sumitomo Wiring System Batam, dan Ciba Muka Kuning, membutuhkan ratusan karyawan perempuan untuk menempati posisi operator di perusahaan tersebut.

Syarat utama yang harus dipenuhi pencaker adalah tes ukuran tinggi badan. Untuk PT Sumitomi, ukuran tinggi badan 150 centimeter, sementara untuk PT Ciba ukuran tinggi badan yang dibutuhkan 148 centimeter. Setiap pencaker yang mengikuti proses penerimaan karyawan tersebut bisa mengukur pada alat ukur yang disediakan di depan barisan.

Baca: Tinggalkan Dua Anak, Amilia Hendak Berangkat Kerja Sebelum Tabrak Pick Up di Batam Centre

Baca: Setelah Jalan Layang, Batam Juga Bakal Miliki Jalan Tol. Dimana Saja Jalurnya?

Baca: Server Disdukcapil Error, Pengurusan KTP Elektronik Tak Bisa Diproses

Setiap pencaker yang tidak lulus dari alat ukur tersebut harus keluar dari barisan, dan tidak bisa mengikuti tes selanjutnya yakni penyerahan lamaran dan pemeriksaan telapak tangan.

Monica yang sudah ikut mengantre di barisan pencaker dengan lamaran yang sudah disiapkannya harus keluar dari barisan, hanya karena tinggi badannya tidak mencukupi.

"Tadi semenjak pukul 08.30 WIB, saya sudah ikut antrean, hampir dua jam saya berada di dalam antrean, tapi tidak bisa ikut juga, karena kurang tinggi bandan,"kata Monica. (*)

*Baca Berita Terkait di Tribun Batam Edisi Cetak, Rabu 10 Mei 2017

Penulis: Ian Pertanian
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help