Motion

Anak Laut Diving Team, Dunia Bawah Air Itu “Surga”

Munculnya ide untuk membuat komunitas ini dilakukan saat sejumlah anggotanya melakukan kegiatan menyelam.

Anak Laut Diving Team, Dunia Bawah Air Itu “Surga”
TRIBUNBATAM/RACHTAYAHYA
Motion 

ANAK Laut Diving Team (ALDT), adalah komunitas pecinta diving atau menyelam. Komunitas ini didirikan sekitar 14 tahun lalu, tepatnya pada 2003 dan terbuka untuk seluruh penyelam di Indonesia.

Munculnya ide untuk membuat komunitas ini dilakukan saat sejumlah anggotanya melakukan kegiatan menyelam di sekitar perairan Pulau Sepa, Kepulauan Seribu, Jakarta.

Menurut Ketua sekaligus mentor ALDT, Sarwo Edhie Mohan, bentuknya komunitas ini adalah untuk mengakomodir minat orang-orang yang masa mudanya suka naik gunung dan rock climbing tapi dikarenakan usia menua, beralih ke menyelam.

“Apalagi negara kita adalah negara bahari di mana 2/3 wilayahnya adalah perairan," ujar Sarwo kepada Tribun belum lama ini.

Anggota komunitas ini cukup banyak, mencapai ribuan orang. Hanya saja yang benar-benar aktif sekitar 200-an orang. Kebanyakan anggota komunitas ini adalah murid Sarwo selaku instruktur menyelam bersertifikasi B2 di Indonesia.

"Pada umumnya mereka dominan di kawasan Jabodetabek. Saya sering diminta ngajar di sana. Batam, Karimun dan Anambas juga ada. Di Batam ada bang Buyung, Karimun Iwan. Saya menganggap mereka otomatis anggota ALDT dan jumlahnya ribuan," kata Sarwo

Sarwo juga mengaku senang, saat ini diving semakin digemari masyarakat bahkan menjadi tren tersendiri. Bahkan, sejumlah sekolah umumnya di Jakarta dan Jawa, sebagian sudah menjadikan diving sebagai kurikulum yang diajarkan di sekolah.

"Minggu lalu saya baru siap ngajar pelajar SMP di Jakarta. Mereka punya program namanya Sea Adventure Program, kegiatannya di Pulau Pramuka Jakarta. Untuk sekolah-sekolah tertentu seperti anak kuliah biologi, SMK pelayaran, menyelam sudah jadi mata kuliah atau mata pelajaran sendiri," kata Sarwo.

Ditambahkan Iwan, anggota ALDT, aktivitas menyelam mengajarkannya arti cinta tanah air dan kedisiplinan serta konsentrasi.

"Selama ini kita fokus ke darat saja, padahal dunia bawah air negara kita itu indah sekali dan itu mengajarkan saya bahwa saya harus sangat bersyukur dilahirkan dan dibesarkan di negara ini. Seolah-olah, Tuhan sedang tersenyum saat membuatnya. Tinggal sekarang kita dan generasi muda kita mau atau tidak memelihara anugerah Tuhan tersebut," kata Iwan seraya tertawa. (rachta yahya)

Halaman
123
Penulis: Rachta Yahya
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved