Pembunuhan Satu Keluarga di Medan

Rekonstruksi Pembunuhan Rusuh! Warga Pukul dan Tendang Andi Lala! Begini Penampakannya!

Rekonstruksi Pembunuhan Rusuh! Warga Pukul dan Tendang Andi Lala! Begini Penampakannya!

Rekonstruksi Pembunuhan Rusuh! Warga Pukul dan Tendang Andi Lala! Begini Penampakannya!
Tribun Medan/Array
Polisi mengawal otak pelaku pembunuhan satu keluarga, Andi Mattalatta alias Andi Lala di Jl Kayu Putih, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli. Warga meneriaki Andi Lala agar dihukum mati, Senin (8/5/2017) 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, MEDAN-Tersangka pembunuhan satu keluarga di Jalan Kayu Putih, Mabar, Medan Deli, Andi Lala, mendapat lemparan botol air mineral dari warga saat melakukan reka ulang pembunuhan, yang menewaskan lima orang tersebut, Senin (8/5/2017).

Baca: Tragis! Calon Pengantin Wanita Ini Meninggal 2 Jam Sebelum Akad Nikah!

Baca: Korbannya Lari Remaja Pemerkosa Tetangga Ini Kabur Tanpa Celana Dalam, Ini Pengakuannya!

Warga sekitar lokasi rekonstruksi juga menendang dan memukul Andi Lala saat keluar dari rumah, tempat lima korban dibantai Andi Lala. Saat itu, Andi Lala memperagakan adegan melarikan diri dan membuang besi yang ia pergunakan membunuh Riyanto, Sri Ariyani (istri Riyanto), Naya, Gilang (anak Riyanto-Sri), dan Sumarni (metua Riyanto).

Sedangkan Kinara (4), anak Riyanto-Sri, saat kejadian kritis karena mengalami luka pada bagian kepala, wajah.

Pada rekonstruksi, kemarin, masih sekitar dua meter dari lokasi kejadian, warga langsung mengerumuni Andi Lala dan dua tersangka lainnya Roni dan Andi Syahputera.

Warga, yang sejak pagi berada di lokasi, awalnya mendorong polisi. Namun, tiba-tiba ada warga yang menendang bahu Andi Lala disusul pukulan dan lemparan botol air mineral.

Andi Lala, yang duduk di kursi roda, hanya bisa menunduk. Melihat hal tersebut, polisi, yang dipimpin AKBP Faisal Napitupulu, memperketat penjagaan. Beberapa polisi pun berusaha menenangkan warga.

"Sabar bapak ibu. Biarkan kami bekerja," ujar polisi yang memakai seragam bertuliskan Shabara.

Polisi pun membawa Andi Lala dan dua tersangka lainnya ke luar dari kerumunan warga dan memasukkannya ke mobil polisi.

Namun, warga yang sudah memadati jalanan dan lokasi rekonstruksi pembunuhan berusaha mengejar dan meneriaki para tersangka.

Suasana yang tidak kondusif, membuat polisi memutuskan untuk tidak melakukan reka ulang dua adegan di lokasi kejadian, yaitu adegan melarikan diri dan adegan membuang besi yang digunakan Andi Lala membunuh Riyanto sekeluarga.

"Ada 48 adegan yang dilaksanakan dalam reka ulang pembunuhan ini, harusnya 50 adegan. Dua adegan lagi kita lanjutkan di Polda. Sudah tidak memungkinkan lagi di sini. Warga tadi sudah mulai mengejar para tersangka ini," ujar Faisal.(*)

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help