Sejumlah Jalan Lingkungan Belum Ada Nama, Dishub Tanjungpinang Minta Warga Namai Sendiri

Sejumlah Jalan Lingkungan Belum Ada Nama, Dishub Tanjungpinang Minta Warga Namai Sendiri. Ini alasannya!

Sejumlah Jalan Lingkungan Belum Ada Nama, Dishub Tanjungpinang Minta Warga Namai Sendiri
Tribun Batam/Ian Sitanggang
Ilustrasi. Abdul Arif Harahap, Ketua RT 04 RW 05 Sawah Indah Kelurahan Daik Lingga Kabupaten Lingga Provinsi Kepri sedang menunjukkan nama jalan yang baru dibuat, Kamis (9/10/2014) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG- Beberapa jalan di Kota Tanjungpinang sampai saat ini belum ada nama. Seperti jalan-jalan lingkungan kampung, permukiman dan komplek pusat pertokoan. Akibatnya jalan tersebut pun belum bisa dipasang pelang nama jalan.

Baca: Tragis! Calon Pengantin Wanita Ini Meninggal 2 Jam Sebelum Akad Nikah!

Baca: Luar Biasa! Kisah Buruh Tani Sekolahkan 3 Anak, Rela Makan Tiwul Demi Ongkosi Anak Sekolah

Oleh karena itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tanjungpinang sudah melayangkan surat, meminta kecamatan dan kelurahan setempat memfasilitasi warga menamai jalan-jalan tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Kota Tanjungpinang Abu Mansyur menjelaskan nama jalan tersebut memang harusnya merupakan usulan dari masyarakat. Namun, apabila kawasan perumahan atau komplek pertokoan, bisa juga usulan nama dari pengembang.

"Jadi kita minta kalau buat nama jalan sesuai dengan kearifan lokal. Tapi kita harapkan tidak sama nama jalan yang sudah dipakai. Kita sudah surati kecamatan dan kelurahan untuk memfasilitasi ajak warga musyawarah. Namun sampai sekarang belum ada yang masuk," katanya, Selasa (9/5).

Menurutnya, nama jalan sangat penting. Bukan hanya untuk kepentingan perhubungan saja. Namun juga untuk pengaspalan. Karena nama merupakan identitas.

Adapaun jalan yang belum dinamai diantaranya seperti di kawasan Bintan Center. Karena masih aset pengembang, lanjutnya, pengembang sebenarnya bisa saja memberi nama jalan langsung.

Selain itu, katanya, nama jalan yang ada juga sudah harus dievaluasi. Sepeti nama jalan DI Panjaitan. Saat ini jalan tersebut sudah terpenggal-penggal dari batu 6 sampai batu 10. "Memang tidak ada larangan, tapi apakan masih sesuai dengan kondisi saat ini. Karena sudah terpenggal-penggal persimpangan. Itu yang akan jadi bahan evaluasi kita," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas. Dishub Tanjungpinang M Yamin menjelaskan, penamaan jalan sangat diperlukan. Karena untuk kegiatan lalu lintas nama jalan merupakan suatu yang sangat penting. Untuk itu dia juga meminta masyarakat proaktif untuk mengusulkan nama jalan.

"Setelah diusulkan berjenjang nanti baru bagian pemerintahan yang mengesahkan. Kalau kita eksekutor saja. Kalau sudah nama disahkan kita pasang plang namanya," katanya.(*)

Penulis: M Ikhwan
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved