Bantu Bayi Penderita Atresia Ani, Komunitas Lingkungan Ini Galang Bantuan di Jalan

Salah satu kepedulian itu datang dari komunitas yang terhimpun dalam Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan atau GMPL.

Bantu Bayi Penderita Atresia Ani, Komunitas Lingkungan Ini Galang Bantuan di Jalan
Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan atau GMPL Kawal, Gunung Kijang, Bintan, mengumpulkan donasi untuk bayi penderita atresia ani. 

Laporan Wartawan Tribun Batam, Aminuddin, Bintan

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN - Bantuan kemanusian masyarakat Kecamatan Gunung Kijang mengalir untuk bayi usia 6 tahun yang menderita atresia ani.

Atresia ani adalah istilah bagi bayi yang lahir tanpa lubang anus.

Kondisi ini telah lama dialami Fariz Ahmad Yafillah, bayi tang menderta penyakit tersebut.

Berbagai bantuan terhadap bayi Fariz terus mengalir, baik dari perorangan atau komunitas.

Salah satu kepedulian itu datang dari komunitas yang terhimpun dalam Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan atau GMPL.

Komunitas ini sebetulnya bergerak dalam isu-isu lingkungan, namun kadang terlibat dalam penggalangan dana sosial dan kemanusiaan juga.

Salah satunya aksi penggalangan dana bagi Fariz yang intens dilakukan sejak pekan lalu.

Ketua komunitas GMPL Heriyanto mengatakan, aksi penggalangan dana sosial dilakukan atas dasar panggilan kemanusiaan dan niat membantu sesama.

"Kami merasa terpanggil untuk berbagi, cara ini salah satunya," ujar Heriyanto.

Fariz
Fariz Ahmad Yafillah ()

Orangtua Faris, Yahulla, terharu atas aksi yang dilakukan komunitas di kecamatannya itu.

Dalam kondisi hidup sederhana, aksi sosial yang diakukan GMPL sangat berarti bagi pengobatan putranya yang masih balita.

"Kami hanya sanggup mengucapkan terimakasih,"ujarnya.

Rencananya Fariz akan diterbangkan ke Medan Sabtu (13/5/2017) pagi untuk pengobatan.

“Rencananya pada Sabtu ini kami akan membawa Fariz berobat ke Medan, mohon doa,"ujar sang ayah.

Penulis: Aminnudin
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help