Diklaim Melawan Petugas, Polda Tembak Mati 3 Bandar Narkoba Jaringan Aceh!

Diklaim melawan polisi dengan senpi rakitan, Polda tembak mati 3 bandar narkoba jaringan Aceh. Begini kejadiannya!

Diklaim Melawan Petugas, Polda Tembak Mati 3 Bandar Narkoba Jaringan Aceh!
TRIBUN LAMPUNG/Muhammad Heriza
Kapolda Lampung Irjen Sudjarno saat gelar perkara kasus narkoba di Rumah Sakit Bhayangkara, Selasa (9/5/2017) 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, BANDAR LAMPUNG-Jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung kembali menembak mati tiga bandar narkoba yang melakukan perlawanan saat ditangkap.

Baca: Tragis! Calon Pengantin Wanita Ini Meninggal 2 Jam Sebelum Akad Nikah!

Baca: Sediakan Mahasiswi Bispak, Polisi Tangkap Muncikari Esek-esek Online di Hotel Ini

Ketiganya adalah Paisal (27), warga Jalan Pulau Damar, Kelurahan Way Dadi, Kecamatan Sukarame dan dua warga Kota Sepang Jaya, Afrizal (30) dan Rido Aures (23).

Kapolda Lampung Inspektur Jendral Sudjarno mengatakan, sempat terjadi insiden baku tembak antara para pelaku dengan petugas di Desa Jati Mulyo, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan (Lamsel), Selasa (9/5) sekitar pukul 12.15 WIB.

"Karena para pelaku melakukan perlawanan aktif dan berusaha melukai petugas, sehingga petugas terpaksa mengambil tindakan tegas dengan menembak para tersangka," jelasnya saat menggelar ekspose di Rumah Sakit Bhayangkara, kemarin.

Menurut Sudjarno, dari ketiga tersangka polisi menyita 170 paket ganja dengan berat 170 kilogram, paket besar sabu-sabu seberat 500 gram, dan sebuah timbangan digital.

Polisi juga mengamankan tiga pucuk senjata api rakitan serta amunisinya.

Sudjarno menuturkan, ketiga pelaku merupakan bandar narkoba jaringan Aceh yang kerap berbisnis di wilayah Kota Bandar Lampung.

"Terungkapnya jaringan Aceh ini merupakan hasil koordinasi antara Polda Lampung dengan Polda Riau. Dari koordinasi itu diketahui bahwa pelaku bandar narkoba berasal dari Lampung," ungkapnya.

Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung Komisaris Besar M Abrar Tuntalanai mengatakan, terungkapnya kasus ini berkat hasil kerja sama polisi dengan beberapa ekspedisi jasa pengiriman barang.

"Pihak ekspedisi yang mengetahui ada pengiriman barang mencurigakan langsung menginformasikan kepada polisi. Kemudian polisi mengawasi sampai di mana barang tersebut diantarkan. Bahkan petugas pun sampai menyamar menjadi petugas ekspedisi," bebernya.

Setelah polisi memastikan barang tersebut hendak diambil oleh pemiliknya, pada saat itu pula petugas lain yang sudah menunggu di lokasi langsung mengepung dan menggerebek mereka.

"Sayang mereka harus tewas di tempat, karena melawan petugas," ujar Abrar.(mg4)

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help