Euforia Ignis, Suzuki Langsung Analisa Jumlah Diler. Ini Alasannya!

Euforia Ignis, Suzuki Langsung Analisa Jumlah Diler. Begini alasan pihak pabrikan!

Euforia Ignis, Suzuki Langsung Analisa Jumlah Diler. Ini Alasannya!
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Sales promotion girl berpose di samping Suzuki Ignis saat ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017 di JI Expo, Kemayoran, Jakarta, Jumat (28/4/2017). Ajang pameran otomotif terbesar di Indonesia ini akan berlangsung hingga 7 Mei mendatang. 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Penerimaan masyarakat tehadap Suzuki Ignis yang dianggap melebihi target dan ekspektasi menjadi bahan buat PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) 4W untuk mengerucutkan jumlah jaringan. Kendati demikian, memutuskan ada penambahan atau tidak, butuh waktu yang tak sebentar.

Baca: Terungkap! Inilah Koki Ganteng Yang Taklukan Hati Miyabi, Si Bintang Film Panas!

Baca: Sekali Begituan Dengan Mahasiswi Bispak, Begini Servis Ranjangnya, Segini Tarif Kencannya!

Makmur, Direktur Penjualan SIS 4W, mengatakan bahwa rencana penambahan diler itu sudah pasti menjadi rencana utama. ”Jangankan dari diler yang mau (investasi lagi), dari kami sendiri juga mau. Kan kami ada Department Network Development,” katanya, (5/5/2017), di Jakarta.

Nantinya, lanjut Makmur, SIS akan menganalisa, seberapa besar pasar, dan apakah perlu melakukan penambahan diler. Dirinya tak mau membuka dapur soal hitung-hitungan ini, namun Makmur hanya memberi gambaran, bahwa ketika pasar sudah ada di ambang tertentu, jenis outlet yang dibuka bakal mengikuti.

”Ada ketentuannya. Market size misalnya sudah di atas sekian, harus buka outlet kelas apa. Strategi masing-masing sih ini, bisa 1S, 3S, atau lainya. Kami punya standar itu,” ucap Makmur.

Sebenarnya, keinginan buka diler baru buakn hanya karena meledaknya Ignis semata. Makmur mengatakan kalau SIS sudah memberikan rencana penjualan dalam lima tahun ke depan kepada para diler. Paling penting adalah bukan banyaknya diler, namun coverage.

”Kita ada 514 kabupaten, lalu berapa banyak kita meng-coverage? Saya berani bilang, kami yang terbesar (di antara merek lain),” kata Makmur.

Maksudnya, bahwa sebenarnya, bukan jumlah diler yang seharusnya dilihat, namun jangkauan pelayanan aftersales service.

”Orang beli mobil penting belinya atau maintenance? Pasti perawatan. Itu yang kami harapkan dalam radius sekian, ada pelayanan servis. Kalau nggak, service car bantu keliling. Seminggu sekali datang ke wilayah,” ucap Makmur. (*)

Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help