Media Asing Soroti Vonis Ahok. Apa Kata Mereka?

Vonis terhadap Ahok ini disorot oleh sejumlah media massa asing, di antaranya stasiun televisi Arab berbasis di Qatar, Aljazeera.

Media Asing Soroti Vonis Ahok. Apa Kata Mereka?
KOMPAS.COM
Terpidana kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok melambaikan tangan saat tiba di rumah tahanan LP Cipinang, Jakarta, Selasa (9/5/2017). Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara memutuskan menjatuhi hukuman Ahok selama dua tahun penjara karena terbukti melanggar Pasal 156 KUHP tentang penodaan agama. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terdakwa kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dijatuhi hukuman pidana penjara selama 2 tahun oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (9/5/2017), dalam sidang pembacaan putusan di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan..

Vonis terhadap Ahok ini disorot oleh sejumlah media massa asing, di antaranya stasiun televisi Arab berbasis di Qatar, Aljazeera.

“Tentu saja, banyak orang di Indonesia akan mempertanyakan keputusan ini, mereka akan bertanya-tanya seperti apa preseden ini akan dibuat untuk kasus lain, betapa mudahnya melakukan tuduhan penghujatan terhadap lawan-lawan lain -terutama jika mereka kebetulan berasal dari minoritas di negara ini,” kata reporter Aljazeera, Step Vaessen, yang melaporkan langsung dari Auditorium Kementerian Pertanian, Selasa.

Media lain seperti kantor berita Perancis, AFP, memberitakan Ahok yang diadili karena tuduhan menghina Islam saat kampanye pencalonan Gubernur DKI Jakarta, dalam sebuah kasus yang menurut para kritikus bermotif politik.

Baca: Pakar Hukum: Kuasa Hukum Nyatakan Banding, PN Tak Berwenang Tahan Ahok

Baca: Soal Pemindahan Ahok, Kepala Rutan: Petugas Sedikit, Sementara Pendemo Konsentrasi Disini

Baca: Aroma Tanaman Ini Tingkatkan Memori Anak. Simak Hasil Penelitiannya

Sementara kantor berita Inggris Reuters membuat judul “Gubernur Jakarta yang beragama Kristen dipenjara karena menghina Islam”.

Reuters melaporkan pemerintah Indonesia telah dikritik karena tidak berbuat cukup dalam melindungi kelompok minoritas agama namun Presiden Joko Widodo, yang disebut media ini sebagai sekutu utama Ahok meminta semua pihak menghormati proses hukum.

Posisi penting

Halaman
123
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved