TribunBatam/

Benarkah Ignis Mulai Ancam "Mobil Murah" Bekas? Begini Pengakuan Pebisnis Mokas!

Benarkah Ignis Mulai Ancam "Mobil Murah" Bekas? Pengusaha mobil bekas ini blak-blakan menjawabnya!

Benarkah Ignis Mulai Ancam
KompasOtomotif/Stanly
Suzuki Ignis di IIMS 2017 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM-Kehadiran Suzuki Ignis ternyata bukan hanya menjadi ancaman bagi para kompetitornya di segmen mobil kota (city car), tapi lebih luas berdampak pada pasar mobil bekas (mobkas).

Baca: Terungkap! Presiden Jokowi Naik Trail di Papua, Ini Alasan Sebenarnya!

Baca: Kepanikan! Ayu Ting Ting Hapus Postingan ini di Instagram, Alasannya Sungguh Memalukan!

Beberapa pedagang memprediksi bahwa Ignis akan laris, ketika sudah masuk ke jajaran mobkas.

Teddy, pemilik showroom mobkas di MGK memprediksi saat Ignis sudah masuk ke pasar mobkas akan cenderung menggeser segmen mobil murah alias low cost green car (LCGC). Ada dua kekuatan utama Ignis di mata Teddy, jika mulai bersaing di segmen mobkas dengan LCGC.

"Pertama harga itu sudah pasti jadi patokan awal, yang kedua dengan harga yang tipis dengan LCGC, tapi status Ignis sebagai CBU sudah pasti kecendrungan orang akan pilih Ignis. Kalau untuk sesama city car, paling Nissan March yang akan makin tenggelam," ujar Teddy saat berbincang dengan KompasOtomotif, Rabu (10/5/2017).

Menurut Teddy, pasar mobil bekas untuk segmen LCGC dan city car saat ini cenderung tidak mengalami kenaikan. Kehadiran Ignis di pasar mobkas nantinya bisa menjadi doping untuk mengairahkan kembali segmen tersebut.

"Salah satunya Ignis, tapi juga selain Ignis ada Ayla dan Agya baru, itu juga bisa bikin pasar kembali naik. Tapi mungkin baru terjadi akhir tahun seperti yang kemarin saya bilang kan," ucap Teddy.

Herjanto Kosasih, selaku Manajer Senior WTC Mangga Dua, juga berpendapat sama. Namun menurut Herjanto, kemungkinan besar mobil LCGC atau city car yang kalah saing dengan Ignis merupakan unit-unit lawas.

"Mungkin yang akan kena lebih ke model LCGC lama, seperti Ayla dan Agya lama, apalagi Karimun dan Datsun yang modelnya begitu-begitu saja. Harus disadari juga, kalau konsumen Indonesia ini sangat tergantung dengan merek, meski Ignis punya modal tampang dan harga bagus, tapi belum tentu orang mau dengan merek Suzuki," ucap Herjanto di waktu yang sama.

Secara riil, Herjanto mencontohkan seperti Avanza dan Ertiga. Meski bermain di kelas yang sama, dan sama-sama merek Jepang, tapi secara penjualan bisa dilihat sendiri mana yang lebih produktif. "Bedanya masih cukup jauh secara putaran penjualan yah, bukan secara kualitas dan lain-lain," kata Herjanto. (*)

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help